Ika Septi
Ika Septi lainnya

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Novel Artikel Utama

[Novel] Di Penghujung Senja (7)

21 Januari 2017   16:59 Diperbarui: 3 Februari 2017   15:32 2975 10 3

Nara mengaduk aduk bubur kacang hijaunya pelan alih-alih memakannya. Di sampingnya, duduk sahabatnya, Shia yang tengah asik mengutak-atik jam tangan G-Shock triple 10 hitam barunya yang terlihat begitu mencolok di lengannya yang ramping.

“Shi,” panggil Nara lirih.

“Hmm.” Pandangan Shia masih terpaku pada jam yang terkenal dengan fitur antiair itu, membelai dan mengaguminya.

“Kamu pernah lihat Jed ketemu sama cewek gak?” Nara bertanya hati-hati.

“Memangnya kenapa? Kok nanya aku.” Kini Shia mengembuskan napas dari mulutnya ke arah jam ber-body hitam itu yang membuat permukaan lensanya berembun sempurna. Ia lalu mengusapnya dengan selembar tisu yang menebarkan wangi bunga yang belum bisa ditebak jenisnya oleh Nara.

Dia begitu feminin.

“Kamu kan satu jurusan sama dia, satu kosan malah.”

“Oh iya.” Shia tertawa kecil, “Ada sih beberapa kali, aku lihat dia di kantin, di kantor pos, di mana lagi ya.” Shia tidak mengalihkan pandangannya dari jam tangan yang kabarnya adalah hadiah ulang tahun dari seseorang itu.

“Ceweknya sama?” Mendadak Nara merasa sangat penasaran. Kini ia turut memandangi jam yang bila diendus mungkin masih berbau pabrik itu.

“Ya iyalah, Jed kan gak terlalu banyak gaul sama cewek, persis kayak kamu,” Shia tertawa. “Kamu kakaknya kok gak tahu. Eh di kosan juga pernah lihat deh kayaknya,” lanjut Shia

“Di kosan?”

Shia adalah tetangga Jed. Kamar mereka hanya dipisahkan oleh kamar Hendra.

“Iya kalau gak salah beberapa hari yang lalu. Sebentar sih, terus mereka pergi gak tahu kemana, nge-date mungkin.” Shia mengusap lensa jamnya dengan lembut lagi dan lagi.

“Kelihatannya mereka gimana?”

Shia menghentikan kegiatan usap-mengusap jam bermerek Casio itu lalu menolehkan kepalanya kepada Nara. “Kamu kenapa?”

“Gak apa-apa, mereka itu kelihatannya gimana?” ulang Nara, gusar.

“Ya kelihatannya saling suka, ada yang salah? Ah, kamu takut kalah saing sama adik kamu ya," goda Shia sambil tertawa.

“Hah ngaco. Gini Shi, ada yang bilang cewek yang suka ketemu sama Jed itu, sudah punya cowok.”

“Wah, siapa yang bilang? Seru nih.”

“Ada pokoknya. Dia ini kenal sama cowoknya itu.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3