Kesehatan

Smart Card dalam Pelayanan Kesehatan

14 November 2017   14:01 Diperbarui: 14 November 2017   14:25 208 0 0
Smart Card dalam Pelayanan Kesehatan
0f54a393625ce8379d73b79fe85ad6c7-5a0a906e63b2483aab631312.jpeg

 SMART CARD

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah SITK 

Disusun Oleh:

Ijul Suardi (344070.16048)

Muhammad Abdul Malik Aziz (344070.16071)

Siti Atiah Damayanti (344070.16098)

 

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH DAERAH

KABUPATEN SERANG

2017

  

KATA PENGANTAR

Rasa syukur  kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat yang diberikan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Salam dan  salawat semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Makalah SITK ini berjudul Smart Card.Makalah ini dapat kami selesaikan dengan baik, tak lepas dari banyaknya pihak-pihak yang turut membantu. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan banyak terima kasih. Namun, kami pun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Saran dan kritik dari para pembacalah yang kami harapkan demi perbaikan makalah ini kedepannya.

Semoga makalah dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan bagi kita semua.

Serang, 22 Oktober 2017

Penulis

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................... i

Daftar isi............................................................................................................................. ii

BAB I Pendahuluan........................................................................................................... 1

  • Latar Belakang...................................................................................................... 1
  • Rumusan Masalah................................................................................................. 2
  • Tujuan Pembahasan............................................................................................... 2

BAB II Pembahasan........................................................................................................... 3

  • Pengertian Smart Card.......................................................................................... 3
  • Penggunaan Smart Card........................................................................................ 4
  • Keuntungan Menggunakan Smart Card................................................................ 4
  • Peran Perawat terhadap Smart Card..................................................................... 5
  • 2.5 Contoh Smart Card............................................................................................... 6
  • 2.6 Pembuatan Smart Card......................................................................................... 7

BAB III Penutup................................................................................................................. 9

3.1 Kesimpulan........................................................................................................... 9

3.2 Saran..................................................................................................................... 9

Daftar Pustaka................................................................................................................... 10

 


BAB I

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Smart Card adalah sebuah kartu yang isinya identitas pasien dan no.rekam medis pasien. Kartu pasien ini biasa digunakan pada saat pasien akan mendaftar untuk berobat. Penggunaan Smart Card bila dihubungkan dengan permasalahan yang terjadi pada sistem pendaftaran pasien pada pelayanan kesehatan dan rumah sakit adalah untuk menangani keamanan penyimpanan data pasien agar dapat terjamin kerahasiaannya.  yang akan digunakan mempunyai tipe memory card, dimana pada tipe ini tidak mempunyai kemampuan khusus untuk memproses data dan tidak dapat mengatur data secara dinamis.

Pelayanan kesehatan atau rumah sakit banyak permasalahan yang biasa terjadi, yaitu pada proses  pendaftaran pasien, pencatatan rekam medis pasien, dan yang lainnya. Untuk berobat ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit, seorang pasien datang  dan harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengantri di loket pendaftaran untuk dicatat namanya serta didaftarkan ke dokter yang bersangkutan. Setelah pasien mendapat nomor antrian, maka pasien tinggal menunggu antrian nama untuk di panggil oleh perawat.

Pengunaan Smart Card memudahkam pasien dalam sistem pendaftaran dan juga menjaga kerahasiaan data pasien di pelayanan kesehatan atau pun rumah sakit, dapat kita lihat bahwa penggunaan Smart Card sangat mempermudah pasien, sehingga masyarakat harus mengetahui bagaimana penggunaan Smart Card

  • Rumusan masalah
  • Bagaimana Penggunaan Smart Card  di pelayanan kesehatan ?
  • Tujuan
  • Tujuan Umum
  • Mengetahui bagaimana penggunaan smart card di pelayanan kesehatan?
  • Tujuan Khusus
  • Mengetahui apa itu Smart Card
  • Mengatahui penggunaan Smart Card di pelayanan kesehatan ?
  • Megetahui Keuntungan Smart Card di pelayanan kesehatan ?
  • Mengetahui peran perawat terhadap Smart Card di pelayanan kesehatan ?
  • Mengetahui contoh Smart Card di pelayanan kesehatan ?
  • Manfaat
  • Secara teoritis Smart Card tidak hanya untuk registrasi saja tetapi juga untuk memudahkan pendokumentasian data pasien.
  • Secara praktis Smart Card untuk memudahkan pasien dalam pendafataran dan juga pendokumentasian.


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Smart Card

Smart card didefinisikan sebagai sebuah kartu dengan IC (Integrated Circuit) yang tertanam didalamnya, dimana IC tersebut digunakan untuk melakukan proses informasi, juga memiliki media penyimpanan dengan kapasitas tertentu. Pada Smart Card, komponen IC pada. Smart Card umumnya terdapat didalam kartu atau berupa lempengan chip kecil. Smart Card adalah suatu program berupa kartu data pasien yang bersifat elektrik. Seperti halnya dengan kartu ATM, Semua rekam medic pasien akan disimpan oleh Rumah Sakit di computer. Rekam medic yang berisi data pasien, biasanya hanya dapat dimiliki oleh rumah sakit yang dahulunya pasien pernah kunjungi. Akan tetapi, dengan adanya Smart Card ini semua data akan bisa diperoleh apabila pasien membawa kartu ini.

Smart Card mempunyai sistem yang sama seperti kartu ATM. Hanya saja kalau ATM berisi saldo uang pemilik, sedangkan untuk Smart Card ini akan berisi data mengenai kesehatan pemiliknya (pasien). Jadi, setiap rumah sakit akan memiliki mesin yang akan digunakan untuk mengoperasikan Smart Card ini. Mesin yang digunakan untuk Smart Card ini merupakan mesin yang khusus. Semua orang dapat memiliki Smart Card dengan cara melakukan pendaftaran di Rumah Sakit yang menjalankan program Smart Card. Pasien yang ingin memiliki Smart Card harus mengisi persetujuaan atau bersedia kemudian akan dilakukan pengkajian mengenai kesehatan klien. Pembuatan Smart Card tidak ada ketentuan usia. Maka dari itu, dianjurkan untuk semua orang memiliki kartu ini, tidak hanya orang yang sakit saja. Oleh sebab itu, ketika seseorang yang sakit hendak ingin berobat ke rumah sakit maka hasilnya pengkajian atau riwayat penyakit pasien dapat dimasukkan Smart Card.

2.2 Penggunaan Smart Card

Sistem data dari Smart Card akan terpusat hanya pada satu tempat, misalnya di daerah Jember ada 3 Rumah Sakit yang menerapkan program Smart Card ini maka akan ada satu Rumah Sakit yang menjadi pusat atau bank untuk datanya. Pendaftaran Smart Card bisa dilakukan di Rumah sakit yang menerapkan program Smart Card tersebut. Jadi, ketika seorang pasien berobat atau opname di Rumah Sakit A yang menggunakan program Smart Card, maka semua data rekam medic pasien akan dimasukkan ke Smart Card. Namun, sebelumnya pasien akan dimintai persetujuan penggunaan Smart Card ini. Hal ini dikarenakan data yang dimasukkan bersifat pribadi. Selanjutnya, ketika pasien yang sudah memiliki Smart card ini mereka dapat berobat atau memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit B yang juga menjalankan program Smart Card. Selanjutnya, ketika kartu Smart Card ini dimasukkan ke mesin, maka semua data riwayat kesehatan pasien akan terbaca di dalam mesin.

2.3Keuntungan Menggunakan Smart Card

  • Memperincikan riwayat kesehatan pasien secara jelas dan benar.
  • Memberikan informasi tentang riwayat kesehatan pasien dalam jangka waktu yang lama.

Data yang ada dalam Smart Card ini dapat di simpan dalam waktu yang relatif lama. Data ini hanya akan hilang atau tidak terbaca apabila kartu Smart Card tersebut rusak atau hancur.

  • Data valid sesuai riwayat kesehatan

Data dari Smart Card valid dikarenakan data tersebut di dapatkan dari wawancara antara perawat atau tenaga kesehatan dengan klien atau pasien tersebut. Pada tahap ini diharapkan perawat mampu untuk menggali informasi mengenai riwayat penyakit yang pernah di derita oleh kliennya.

  • Data yang ada di Smart Card sama lengkapnya dengan data yang ada di rekam medik

Data yang ada di Smart Card sama lengkapnya dengan data yang ada di rekam medic, hal ini dikarenakan data tersebut di ambil dari sumber yang sama yaitu klien.

  • Lebih aman dan tidak bisa dimanipulasi orang lain karena adanya barcode

Di dalam Smart Card akan disertakan barcode agar data yang ada tidak mudah untuk di hack. Seperti yang kita tahu Smart Card merupakan sebuah sistem yang berisi kumpulan data pasien, riwayat penyakit pasien yang bersifat privasi. Smart Card atau seperti halnya rekam medic hanya bisa dilihat oleh orang yang berkepentinganuntuk memperoleh data tersebut ataupun petugas rekam medic. Smart Card hanya bisa di lihat oleh tenaga kesehatan yang berkepintingan dan klien yang mempunyai riwayat tersebut.

2.4 Peran Perawat terhadap Smart Card

                       Peran perawat terhadap Smart Card yaitu :

  1. Menanyakan kepada pasien yang menggunakan Smart Card untuk memberikan informasi dan riwayat kesehatan yang benar-benar valid agar tidak terjadi kesalahan saat kontrol kesehatnnya atau saat masuk rumah sakit. Sehingga yang dikatakan pengguna Smart Card dapat dipertanggungjawabkan untuk membantu meningkatan kesehatan pasien dimasa mendatang.
  2. Perawat mensosialisasikan Smart Card pada penduduk yang belum ataupun yang sudah menggunakan kartu ini tentang pentingnya menggunakan Smart Card di era sekarang untuk meningkatkan derajat kesehatan
  3. Perawat membantu pasien agar mengetahui cara kerja Smart Card, sehingga masyarakat tidak ragu lagi terhadap Smart Card
  4. Perawat harus bisa membuat pasien percaya bahwa Smart Card ini tidak dapat dimanipulasi ataupun diketahui orang lain tanpa seijin pemiliknya
  5. Perawat harus bisa menjaga kerahasiaan riwayat kesehatan pasien
  6. Perawat harus bisa memvalidasi data bahwa riwayat kesehatannya benar dan tidak ada kekeliruan
  7. Perawat harus mampu dalam menggali riwayat kesehatan pasien
  8. Perawat harus teliti dalam mengoperasikan dan mengisi data Smart Card.

2.5 Contoh Smart Card

            2.5.1 E-PDC ( Electronic -- Personal Data Pasien)

E-PDC ( Electronic -- Personal Data Pasien) merupakan sebuah sistem yang berisi kumpulan data pasien dan pelayanan kesehatan apa yang pernah di dapat dalam sebuah kartu. Kartu ini bisa dibawa oleh pasien, dan jika diperlukan pada rumah sakit yang berbeda maka akan ada data pasien pada e-PDC. Hal ini karena sistem data e-PDC menggunakan barcode yang ada pada e-PDC dan secara otomatis data rekam medik pasien akan terbaca di Rumah Sakit manapun yang mempunyai alat scanner pembaca e-PDC. Sistem kartu ini hampir mirip dengan sistem ATM. E-PDC hanya bisa dibaca oleh alat scanner khusus e-PDC yang disebutkan diatas. Semua data rekam medis pasien yang memiliki kartu e-PDC ini akan tersimpan pada bank data yang mana bank data ini hanya akan ada salah satu Rumah Sakit di kabupaten Jember. Dalam rancangan penerapan e-PDC diperlukan penyuluhan bagaimana dan langkah pembuatan cara kerja dari alat ini, bagaimana alat ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan sehingga dapat memberi manfaat bagi dunia kesehatan, khususnya keperawatan.

Skema mekanisme e---PDC yaitu Perawat mengkonsultasikan dengan keluarga pasien mengenai kesediaan penggunaan dan pembuatan e-PDC. Jika pasien dan keluarga tidak bersedia maka pasien tidak akan dibuatkan e-PDC dan hanya menggunakan sistem data rekam medis manual/ komputerisasi yang biasa digunakan oleh Rumah Sakit. Namun, jika pasien bersedia maka pasien akan dibuatkan e-PDC dengan menyetujui surat pernyataan ketersediaan pembuatan e-PDC. Setelah itu, data pengkajian yang dilakukan oleh perawat akan di input oleh petugas rekam medis pada e-PDC pasien tersebut. Setelah e-PDC pasien tersebut jadi, kartu tersebut boleh dibawa oleh pasien itu sendiri atau walinya. Jika pasien dalam keadaan sakit, kartu ini digunakan untuk membantu pasien dalam menegakkan diagnosa melalui data pasien yang ada pada e-PDC. Sedangkan jika pasien dalam keadaan sembuh atau sehat, kartu ini disimpan oleh pasien dan digunakan lagi jika pasien memerlukan pelayanan kesehatan lagi, baik itu di rumah sakit yang sama dari sebelumnya maupun rumah sakit yang berbeda dari sebelumnya, selama rumah sakit

 tersebut memiliki alat scan yang bisa membaca data pada e-PDC. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam menyusun format E-PDC, diantaranya:

  • Keakuratan data yang diberikan pasien kepada perawat termasuk riwayat penyakit pasien
  • Keakuratan pengkajian yang dilakukan oleh perawat.
  • Ketelitian rekam medik dalam menginput data pasien.
  • Koordinasi yang baik antara pasien, perawat, dan rekam medis.

E-PDC adalah suatu sistem data pengkajian yang merangkum setiap pelayanan kesehatan dan riwayat kesehatan yang pernah pasien alami. E-PDC merupakan suatu sistem yang memerlukan kerjasama dengan petugas rekam medis, karena berhubungan dengan arsip data pasien. Sistem data ini akan sangat membantu perawat dalam memperoleh data keadaan pasien yang lebih lengkap.

2.6 Pembuatan Smart Card

Pada saat awal pasien masuk rumah sakit, Smart Card yang terisi diawal adalah berupa data umum identitas pasien, riwayat penyakit pasien, dan pelayanan kesehatan apa saja yang pernah diterima oleh pasien. Dengan adanya sistem data ini, pasien bisa mempunyai data kesehatan mengenai dirinya sendiri, dan mempermudah perawat dalam memperoleh data kesehatan yang lengkap mengenai pasien sebelum-sebelumnya. Sistem ini juga memperbaharui alat yang digunakan dalam dunia kesehatan sehingga bisa terus up to date.

Untuk langkah pembuatan Smart Card jika orang yang sehat caranya adalah pasien bisa datang ke rumah sakit yang menyediakan layanan ini dengan cara pasien melakukan anamnesa dengan perawat terkait data yang diperlukan. Setelah anamnesa selesai data yang sudah didapat akan diinput oleh rekam medik ke Smart Card pasien tersebut. Setelah proses penginputan data selesai dilakukan, pasien dapat kembali lagi untuk mengambil Smart Card nya yang sudah jadi 3 hari kemudian. Sebaiknya pasien tidak dianjurkan untuk datang seorang diri, melainkan ditemani keluarganya atau wali yang benar-benar dekat dengan pasien tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi lebih lanjut data yang diberikan oleh pasien agar data didapatkan lebih akurat.

 Sedangkan untuk orang sakit sebenarnya alurnya sama, hanya saja data yang didapat selama pasien menjalani rawat inap di Rumah Sakit tersebut juga di input kedaam Smart Card pasien.

Alat untuk men-scan data dari Smart Card ini akan ada pada rumah sakit, dan hanya rekam medis dan perawat yang merawat bisa langsung melihat isi dari data pasien pada Smart Card. Kemudian perawat menulis data-data yang diperlukan terkait perawatan pasien ke dalam catatan kecil. Yang ditulis hanya data-data yang diperlukan dan dipentingkan saja tidak perlu semua data rekam medik pasien harus ditulis. Dengan hal ini akan tetap menjaga privasi pasien karena apabila file rekam medik tersebut di print atau dipindah filenya kedalam gadget perawat maka hal tersebut akan beresiko data rekam medik pasien bocor. Sedangkan untuk cara kerja alat ini adalah sebagai berikut:

  1. Pasien akan menyerahkan Smart Card nya kepada perawat, kemudian perawat akan menyerahkannya kepada petugas rekam medis.
  2. Petugas rekam medis akan memasukkan Smart Card tersebut ke alat scanner untuk dapat dibaca.
  3. Setelah itu data pasien akan muncul pada monitor yang sudah terhubung dengan alat scanner pembaca Smart Card.
  4. Kemudian, perawat akan mencatat hal-hal penting yang diperlukan dari data pasien.
  5. Jika telah selesai, maka petugas rekam medis akan mengeluarkan Smart Card tersebut dengan mengklik tombol close pada monitor.
  6. Smart Card yang sudah selesai digunakan, dikembalikan lagi pada pasien untuk disimpan.


BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Smart Card adalah suatu program berupa kartu data pasien yang bersifat elektrik. Seperti halnya dengan kartu ATM, pada Smart Card ini bagian luar pada sisi depan terdapat : barcode; lambang Smart Card; tanggal pembuatan; dan kode seri serta tanda tangan pemiliki atau wali. Sedangkan untuk bagian luar pada sisi belakang dari Smart Card terdapat identitas pasien yang meliputi: nama, tanggal lahir, nama ibu serta nomer identitas pasien.

Salah satu contoh smart card yaitu E-PDC merupakan sebuah sistem yang berisi kumpulan data pasien dan pelayanan kesehatan apa yang pernah di dapat dalam sebuah kartu. Kartu ini bisa dibawa oleh pasien, dan jika diperlukan pada rumah sakit yang berbeda maka akan ada data pasien pada e-PDC Kelebihan dari e-PDC adalah :

  • Memperincikan riwayat kesehatan pasien secara jelas dan benar.
  • Memberikan informasi tentang riwayat kesehatan pasien dalam jangka waktu yang lama.

3.2 Saran

           Smartd card seharusnya diterapkan pada setiap pelayanan kesehatan dan rumah sakit karena saangat memudahkan pasien dalam proses registrasi dan pendokumentasian data pasien. Seiring berjalan nya Penerapan Smart Card Tenaga kesehatan seperti perawat harus bisa memberi tahu kepada masyarakat mengenai apa itu Smart Card, kelebihan Smart Card, Kelebihan Smart Car, dan Juga Pembuatan Smart Card.


 DAFTAR PUSTAKA                                                          

 

Jundi. 2015. Mengenal Smart Card,  (diakses, pada 22 Oktober 2017)

Nurwaidah.2015.PENERAPAN E-PDC (ELECTRONIC-PATIENT DATA CARD),  (diakses pada 19 Oktober 2017)