Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Saya suka membaca, tetapi menulis jauh lebih punya makna. Sebab, karya itulah warisan yang sangat berharga kepada generasi nanti. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Perempuan Penjual Kopi

28 April 2021   15:30 Diperbarui: 28 April 2021   15:28 65 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perempuan Penjual Kopi
Sumber: workshop88-pro.com


Perempuan Penjual Kopi

 

Siapakah kau, kulihat sedang menenteng tas
Sambil menggenggam botol berisi kopi
Ya, kau ternyata penjual kopi kekinian
Kopi dalam botol yang ada mereknya

Kau, pekerjaanmu bak seorang SPG
Aktif berjalan kian kemari menawarkan dagangan
Kepada siapa saja yang kauanggap mau membelinya
"Lima ribu saja!" katamu

Ah, tapi sejenak aku jadi merasa risih
Saat kau mendatangi sekumpulan lelaki
Sepertinya mereka pelangganmu
Kau terlihat tak canggung sama sekali saat berhadapan

Ah, entah apa yang ada di pikiranku
Maafkanlah aku
Semoga aku salah menilai
Keakraban dan kegampanganmu dalam menjual produk

Kaum perempuan, profesimu seperti ini
Memang rawan untuk dinilai secara tidak baik
Stereotype mengajarkan salah terhadap kalian
Tubuhmu adalah nilai jualmu, bukan karena isi kepala yang cerdas

Kalian tidak bisa melawan pemilik kuasa
Untuk memberikan pilihan yang tak dapat ditolak
"Aku keberatan melakukannya."
Sanggahanmu tak berarti, pelamar berikutnya masih banyak yang menanti

Sesungguhnya, di antara kalian jelas merasa risih
Berpakaian tidak sekehendak hati
Terpaksa, hingga lama-lama jadi terbiasa
Sedih, tapi harus dijalani

Tunggu saatnya hingga suatu saat
Kau dapat tawaran yang lebih baik dari saat ini
Barulah kauputuskan untuk mengakhiri kegelisahanmu
Entah kapan tapi itu terjadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN