Mohon tunggu...
Hastira Soekardi
Hastira Soekardi Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu pemerhati dunia anak-anak

Pengajar, Penulis, Blogger,Peduli denagn lingkungan hidup, Suka kerajinan tangan daur ulang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menanti Fajar

11 November 2020   02:25 Diperbarui: 11 November 2020   02:38 367
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: katedraldenpasar.com

Aku masih menunggu saat sinarmu kembali ada di ufuk timur

Ada satu harapan akan datang di ujung fajar walau kadang masih tersisa getir yang semalam bergelayut terus dalam dada

Terjerat di tanah rantau dengan kepiluan yang selalu menyesap dalam derita-derita yang menggores

Getir sejarah yang harus kulalui yang tersembunyi apik yang akan mengusikku terus menerus sampai tersisa hanya rerimbunan kesedihan

Hanya satu asa menanti fajar yang tinggalkan gelap

Akankah lara ini akan mengembun bersamaan dengan munculnya mentari pagi dan hilang bersama dengan angin

Menangislah jika itu membuat hatimu sedikit lega sampai sepenuh hatimu mampu mengolah rasa menjadi irama yang indah

Biarlah rasa lelahmu hilang terbang bersama awan digantikan dengan sinar yang akan memberimu semangat baru

Jika ada asa akan selalu kunantikan fajar

Sudah kering air mata setelah banyak kesah yang kutuangkan dalam tangisan panjang yang membuatku sedikit lega

Kini setelah fajar menggantikan malam, aku ingin kembali mengejar asaku dan membuka gerbang asa yang baru

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun