Mohon tunggu...
Hasbi SidqiRamadan
Hasbi SidqiRamadan Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - siswa

never surrender let's pray together

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Raja dan Pangeran Ketiga

22 Februari 2022   13:41 Diperbarui: 22 Februari 2022   13:45 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Ya, akhirnya pangeran mengerti, yang diberikan manusia kerdil itu adalah sebilah pedang gaib, tidak peduli siapapun yang ditemuinya, pasti akan dapat menaklukkannya. Lalu bagaimana dengan roti ? Itu juga merupakan roti gaib, roti itu tidak akan pernah habis dimakan bagaimanapun juga.

Pangeran ke tiga bergegas ke taman belakang, ketika melewat sebuah ruangan, dari dalam ruangan itu muncul seorang putri. "Pangeran ketiga, begitu kau datang, kekuatan sihir di puri ini langsung hilang, mari kuantar kau mencari sumber kehidupan itu!"

"Terimakasih, putri yang cantik".

Sikap pangeran ketiga sangat sopan dan bersahaja.

"Tidak, akulah yang seharusnya berterimakasih, kau telah melepaskan sihir kami. Aku putuskan menikah denganmu, nikahilah aku tahun depan".

Di dalam bebatuan taman belakang itu, mengalir sumber air berwarna hijau, inilah sumber air kehidupan.

Pangeran ke tiga mengisi penuh sumber air kehidupan itu dengan cereknya, lalu lari sebelum sempat mengucapkan terimakasih. Untung saja! Baru saja kakinya melangkah ke luar pintu gerbang, jam 12 pun berdentang.

Dalam perjalanan pulangnya ke istana, pangeran ke tiga bertemu dengan kedua kakaknya, lalu menceritakan semua peristiwa yang dialaminya.

Tepat di saat itu, musuh kebetulan menyerang negeri lain, pangeran ketiga lalu mengusir musuh itu dengan pedangnya, kemudian menyelamatkan menteri dan rakyat negeri yang kelaparan itu dengan rotinya.

Namun, saat setelah raja meminum sumber air kehidupan yang dipersembahkan pangeran ketiga, bukan saja penyakitnya tidak sembuh, malah bertambah parah. Kedua kakaknya memanfaatkan kesempatan itu dengan mengatakan,"Pasti pangeran ke tiga telah meracuni raja".

Raja menjadi murka, lalu memerintahkan menjatuhkan hukuman mati pada pangeran ke tiga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun