Mohon tunggu...
Handy Pranowo
Handy Pranowo Mohon Tunggu... Lainnya - Love for All Hatred for None

Penjelajah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan di Musim Kemarau

1 Agustus 2022   00:46 Diperbarui: 1 Agustus 2022   00:48 64 17 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


Dengan sedikit hujan di musim kemarau kita lantunkan rindu di tepi galau.

Tidak ada lagi yang tersisa selain waktu yang menciptakan gelisah.

Dan satu puisi yang pernah tercipta adalah tamsil dari perjumpaan pertama.

Mata bertemu mata, hati tersesat di dasar tanya.

Mengenalmu membuat luka di dadaku menganga. 

Mengenalmu membuat piikiranku jauh terbuka.

Bukankah kita tak pernah ada dan akhirnya pun akan tiada.

Lihatlah bintang-bintang tumbuh menyertai kepergianmu yang semakin jauh.

Menyeret perih dari timbunan kenangan yang semakin angkuh.

Bawalah serta apa yang bukan menjadi milikku.

Selain air mata yang pernah jatuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan