Mohon tunggu...
Hamim Thohari Majdi
Hamim Thohari Majdi Mohon Tunggu... Lainnya - Penghulu, Direktur GATRA Lumajang dan Desainer pendidikan

S-1 Filsafat UINSA Surabaya. S-2 Psikologi Untag Surabaya. penulis delapan (8) buku Solo dan sepuluh (10) buku antologi

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Melawan Secara Santun Mitos Masa Kehamilan

18 Agustus 2022   06:49 Diperbarui: 18 Agustus 2022   06:50 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berkembangnya peradaban umat manusia tidak langsung menuju kepada masa modern atau berilmu pengetahuan, tetapi tumbuh dari pengalaman sederhana dan memahami tanda atau gejala alam baik yang bisa menyenangkan atau menimbulkan kedukaan, kemudian pengalaman antar pribadi diceritakan kebetulan memiliki konteks tempat dan isi yang sama, lalu menjadi kebenaran dan kepercayaan.

Contoh kasus mitos yang berkembang dalam masyarakat adalah "seseorang yang tiba-tiba tidak bisa bernafas setelah tertidur di bawah pohon rindang" usut punya usut, masyarakat meyakini bahwa orang tersebut sedang kena kutukan penghuni pohon atau dedemit.

Mitos yang lahir dari cerita orang jaman dahulu, lalu diceritakan berulang-ulang, sehingga muncul sebuah kebenaran pengetahuan, karena tidak pernah dilakukan riset secara ilmiah, hanya dari mulut-ke mulut dan belum pernah ditemukan bukti.

Beberapa mitos dengan tujuan pembelajaran dan pencegahan yaitu ; dilarang duduk di atas bantal, nanti mengakibatkan bisul (udun= jawa), anak perawan di larang duduk di tengah pintu nanti tidak akan menemukan jodoh, jangan meludai sumur, bisa tanggal gigi dan lainnya.

Mitos di atas pada hakekatnya adalah sebuah pelajaran kesopanan, mengingat nenek moyang kita belum memiliki keterampilan berliterasi, belum bisa bernarasi dengan baik. Maka tidak semua mitos itu jelek dan mencelakakan. Nyatanya larangan-larangan di atas bagi generasi milenial telah dilanggar dan tidak dipercayai, pun toh tidak terjadi apa yang digambarkan dalam mitos itu.

Dalam kehamilan, mitos yang sering berkembang yaitu pasangan tidak boleh memancing (karena ada unsur penyiksaan ketika ikan terjebak umpan dan terpancing), tidak boleh mengalungkan handuk ketika hendak mandi (bisa berakibat kelahiran anaknya agak susah karena terlilit usus sang ibu). Tidak boleh makan yang pedas-pedas nanti penglihatan  anaknya akan kabur dan lainnya.

JANGAN MELAWAN

Walau banyak mitos yang berkembang dalam masyarakat tidak terbukti, janganlah dilawan. Anda (suami dan istri) juga tidak boleh menyepelekan, sebisanya menghindari dan tidak menentang, kecuali apa yang dikatakan orang adalah berkaitan dengan  profesi, misalnya mitos jangan membunuh atau menyembelih hewan, tapi Anda sebagai seorang jagal, maka suka tidak suka harus menyembelih hewan untuk menegakkan kepul asap di dapur.

Tidak ada salahnya pasangan suami istri menghormati kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat terkait dengan beberapa mitos, yang penting tidak perlu menantang atau mengucapkan hal-hal yang kasar atau mengarah kepada perlawanan misal "ah, itu mitos, coba mana buktinya". "itu kan mitos, aku tidak percaya"

Dalam hidup ini tidak semuanya menggunakan logika, ada hal-hal yang tidak bisa dilogikakan dan perlu ditaati, misalnya  mengapa orang tua kamar tidurnya berada di belakang, mencari hari baik dalam melaksanakan hajatan, mengenakan pakaian tertentu dalam upacara adat dan lainnya.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun