Mohon tunggu...
Gus Noy
Gus Noy Mohon Tunggu... Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim sejak 2009, asalnya Kampung Sri Pemandang Atas, Sungailiat, Bangka, Babel, dan belasan tahun tinggal di Yogyakarta (Pengok/Langensari, dan Babarsari).

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Masih Ada Senja Selanjutnya

11 September 2019   18:48 Diperbarui: 11 September 2019   18:58 0 2 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Masih Ada Senja Selanjutnya
Pantai Namosain, Kupang (dokpri)

Mungkin aku akan kehilangan senjamu
Perahu-perahu pesisir orang-orang menyaksi kelupas kala
Kecuali foto-foto melambai-lambaikan rayuan lontar

Bukankah pernah aku meliuk-liuk di pinggulmu
Menjilati mulus hangat pagi
Mengirup anyir ikan-ikan pinggir jalan

Aku telah mencatat risalah pada kepingan ingatan
Tentang aneka perjamuan dan dansa sepeluk puisi
Tentang debu-debu karang-karang
Tentang sengau parau senandung kemarau
Tentang suara-suara tidak jua singgah di muara
Tentang dengkur bertempur dengan mesin cetak batako

Adalah tentang senja setajam parang
Berayun-ayun di udara sampai senduk semen patah tangkainya
Diam-diam koma selalu menyelinap di antara diktat dan diskusi
Membelokkan angin Monson ke halaman samping rumah

Senja bersolek nona-nona melewati pasar kota tua
Senja semolek para idola dan puteri-puteri pilihan
Adalah pula tergoleknya kesima seorang pemuja di pojok kota

Mungkin hanya waktu menjadi ruang persinggahan
Sepetak sengketa tidak usai diterjemahkan kitab-kitab
Rumus-rumus dan jejak-jejak terhapus di meja kursi

Aku masih menunggu selembar kepastian membentang jalan
Masih ada senja selanjutnya sudi membasuh wajahku
Sebelum malam menutup seluruh risalah

*******
Kupang, 11 September 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
11 September 2019