Frankincense
Frankincense a nobody, just a "flame of intuitive"

bukan pujangga yang pandai merangkai kata, hanya ingin menumpahkan inspirasi dengan menguntai pena. Setidaknya pena lebih mengungkap apa yang mungkin belum bisa terjangkau jarak suara untuk terucap. Ibarat berkorespondensi, tersurat menuliskan untuk tersampaikan suara pada eksistensi nun jauh di sana.Lewat Korespondensi digital ini, mencoba mengisi lembaran kehampaan di antara kekosongan yang ada. salam hangat Kompasianer... Blog: franshare.blogspot.com Web: frame.simplesite.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Derita Pasrah Rindu (DPR)

18 Juli 2017   06:39 Diperbarui: 18 Juli 2017   07:03 56 0 0
Derita Pasrah Rindu (DPR)
Ilustrasi: franshare.blogspot.com

Hanya tatap rembulan

Menerangi semua jalan

Hanya bayangmu diangan

Mengisi rindu tertekan


Berat untuk dilewati

Hari-hari sepi sendiri

Melintasi ruang dan waktu

Kerinduan ini telah membeku


Terbujur kaku tubuh ini

Dalam tembok rindu terpaku

Terbusur mati jiwa ini

Dalam papan harap menyatu

Tersungkur pasrah hidup ini

Dalam derita hati tertalu


Berat untuk dijalani

Musim-musim sunyi berganti

Melintasi ruang dan waktu

Kerinduan ini telah membeku


(Purwokerto,  18 Agustus 2016)