Mohon tunggu...
Frankincense
Frankincense Mohon Tunggu... Administrasi - flame of intuition

bukan pujangga yang pandai merangkai kata, hanya ingin menumpahkan inspirasi dengan literasi menguntai pena. Kata dapat memburu-buru kita untuk menyampaikan perasaan dan sensasi yang sebenarnya belum kita rasakan. Tetapi, kata juga bisa menggerakkan kita. Terkadang, kita tidak mengakui kebenaran sebelum mengucapkannya keras-keras. Salam hangat Kompasianers... Blog: franshare.blogspot.com Web: frame.simplesite.com

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

[Ride Sharing] STMJ, Solusi Transportasi Maju Jakarta

5 November 2017   16:09 Diperbarui: 8 Januari 2018   03:08 1732
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
uberchopper taxi helikopter (http://balikpapanku.id)

franshare.blogspot.com
franshare.blogspot.com
"KOMA" alias Kota Macet...itulah kiranya status sekaligus julukan yang tepat kini bagi kondisi lalu-lintas Ibukota Jakarta. Mengingat kondisi yang semakin belum tercerahkan, meski berbagai program dari Pemerintah maupun pihak-pihak terkait sudah dibangun meregenerasi hingga kini. Ibarat pasien atau suatu kalimat dalam kondisi "koma", denyut nadi transportasi Jakarta langsung kumat begitu berbagai kepentingan mobilitas pengguna jalan saling bertemu dari berbagai penjuru pada saat yang sama. Bagai aliran darah yang mampat sirkulasinya, jantung kota Indonesia ini pun belum bisa memompa dengan baik sirkulasi transportasinya. Apalagi transportasi adalah salah satu sarana penting dalam menggerak roda perekonomian. Lalu obat apa yang kira-kira bisa mengatasi kemacetan tranfusi mobilitas melalui arus lalu-lintas transportasi ini?


Mari kita telusuri gejala-gejala ditimbulkan oleh kemacetan kota Jakarta ini yang semakin hari tiada habisnya menguras ruang dan waktu tertahan dalam perjalanan setiap harinya:

*Overdosis dan Obesitas kendaraan: inilah kiranya kondisi yang tepat menyikapi kuota yang berlebihan kendaraan yang memadati jalanan ibukota Jakarta dengan dominasi kendaraan pribadi semakin bertambah melebihi perkembangan jalan-jalan itu sendiri. Seolah-olah angkutan umum sudah tidak menjadi pilihan baik untuk mobilitas sehari-hari. Maka perlu direvisi sistem transportasi umum ini untuk kembali diminati masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam bepergian. Tak ketinggalan pula berbagai fasilitas kendaraan terkesan individualis, baik yang berasal dari instasi maupun pribadi yang seharusnya bisa dirampingkan penggunaannya dalam berbagai kepentingan.

*Disosiasi AORTA(Arus Orientasi Tatanan Angkutan) Akut: Dengan era globalisasi yang pesat menekankan mobilisasi dan hedonisme pada kota yang menjanjikan pekerjaan lebih dari kota-kota lain, maka arus urbanisasi pun tak terhindarkan menjadikan kota ini sebagai tujuan utama mengadu nasib dari berbagai penjuru negeri. Terdampak sebagai ibukota negara, maka Jakarta pun banyak menjadikan pula berbagai arus kepentingan baik domestik maupun mancanegara tiada henti turut memadati kota ini. 

Dengan data dari Dinas Perhubungan DKI mencatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Dengan kondisi jalan yang tidak seimbang, pemilahan jalur busway yang hanya sebatas membagi badan jalan justru malah menjadi arus terobosan para warga Jakarta yang nekad memakai jalur khusus busway di antara kemacetan yang mana arus lalu-lintas menjadi semakin semrawut. Kemudian sungai-sungai  maupun kanal-kanal di Jakarta sangat disayangkan sekali jika hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan limbah, sampah atau sebagai pengatur banjir saja. Sehingga jalur-jalur transportasi Jakarta memang perlu diperbaharui demi tercapainya arus lalu-lintas yang menyehatkan, baik untuk demand maupun supply.

Nah, seperti kalau kita mampir di warung tegal (warteg) atau angkringan selepas pulang kerja atau saat bepergian mencari penawar dahaga maupun lapar sembari melepas penat, semisal memesan wedang kombinasi STMJ (Susu Telur Madu Jahe). Tidak sekedar lagi melepas dahaga, tapi juga menegukkan asupan yang menghangatkan dan menyehatkan tubuh. Maka, di sini saya coba tawarkan sebuah konsep STMJ lain untuk sekiranya mengobati dahaga jalanan Jakarta yang semakin kepanasan macet dan terpolusi oleh pemborosan waktu, energi, maupun emisi BBM (Bahan Bakar Minyak), adalah STMJ... yang merupakan singkatan dari Sistem Transportasi Modular Jakarta. 

Dengan semakin pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi, maka berbagai sarana dan prasarana pun terdiaspora mengikuti persebaran ranah digital ini dalam gelombang modernisasi. Berkaitan dengan hal itu, STMJ ini memang diarahkan untuk mengkombinasikan hal itu. Di bidang tranportasi pula, digitalisasi sudah semakin mendominasi berbagai fungsi transaksionalitasnya. Apalagi dalam konsep kendaraan carter atau taksi maupun ojek pun kini mulai banyak bermunculan pelayanan jasanya dengan sistem online. 

Peluang era digital inilah seharusnya bisa lebih meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Terkait dengan konsep ride sharing, konsep STMJ ini sangat sejalan untuk mengatasi kemacetan jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Memaksimalkan fungsi digital dan alat transportasi menuju Jakarta kota yang indah dan bebas dari polusi dan kemacetan.  

Point yang pertama adalah menciptakan alat transportasi yang multifungsi memenuhi berbagai kebutuhan dengan satu kendaraan. Maka rancangan yang ada untuk kendaraan ini paling tidak adalah tipe modular: memuat banyak orang atau banyak barang dan dapat dikondisikan fungsinya dalam kesinambungannya mengarungi rutenya. Semisal dengan menciptakan alat transportasi umum bertingkat dengan bagian bawah untuk cargo barang atau bagasi sedangkan  bagian atas untuk penumpang yang keseluruhan beratnya telah disesuaikan dengan kondisi jalanan Jakarta menahan bebannya serta jalur trayek tujuan yang sama untuk barang dan penumpangnya. 

Untuk transportasi udaranya paling tidak jika bukan pesawat mini cargo atau perintis untuk mengangkut penumpang, jenis helikopter yang sering digunakan untuk mengangkut pasukan terjun payung pun bisa dijadikan alternatif sebagai moda transportasi udara yang bisa memuat banyak penumpang untuk area Jabodetabek. Kemudian dari transportasi air ada baiknya suatu perahu kano, mini boat, atau kapal mini praktis dan multifungsi yang bisa memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus memuat barang (bagian bawah) dan penumpang (bagian atas).

hola.com
hola.com
Point yang kedua adalah memanfaatkan jaringan digital untuk menata arus mobilisasi ke dalam ride sharing. Untuk hal ini, jasa layanan transportasi online seperti Uber, sebaiknya menggunakan kendaraan roda empat yang lebih besar seperti jenis Elf atau shuttle sedangkan pada armada kendaraan roda duanya lebih baik jika dengan kendaraan roda tiga seperti bemo atau motor barang roda tiga yang telah dimodifikasi multifungsi juga sebagai ojek penumpang, sehingga sewaktu musim penghujan bisa lebih beroperasi sekaligus untuk memantapkan konsep ride sharing . 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun