Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - 🐇🦢🌱Berakit Rakit Ke hulu, Berenang renang ketepian, aku bersungguh sungguh untuk kamu, TAPI, kamu malah demikian🌴🌿
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

🐇🦢 Terbentur----TeRBENTUR----TerbENTUR----TERBENTUK🐇🦢

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Memungut Kayu Bakar

4 November 2022   20:52 Diperbarui: 4 November 2022   21:18 258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: unsplash | Sebuah hutan dengan suasana mencekam. Jumat, 04/11/2022

  • Dikala alunan suara memekik
  • terpejam sejenak tak ingin balik
  • perangai perangai memercik
  • membuat ku sejenak meringkik

malam ini, gigil merenggut sekujur tubuh

namun, ku mantab kan hati merengkuh dan bersimpuh

bertalian kisah dibawah segelintir rintangan

menghujam, menerpa tiada ampunan: kalut;namun ku harus salut

senja pernah jadi juara

petang pernah jadi penghalang

siang pernah membuat ku terbayang

Pagi pernah membuat sumringah sanubari. 

Namun, terpaksa harus meninggalkan ranjang kesayangan, sejenak terpintas memungut kayu bakar. Ditengah jam jam rawan. 

Lautan diseberangi, lembah diarungi, gunung dijajaki. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun