Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Penulis - Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Saksi Bisu

27 Juni 2021   12:53 Diperbarui: 27 Juni 2021   13:02 57 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saksi Bisu
Saksi bisu dokpri Eko irawan

Pagi dan malam. Dijalan yang sama. Merangkai kisah. Berpuluh tahun. Drama kehidupan yang lelah. Perjuangan yang tak dihargai.

Pernah dingin. Dipeluk kabut. Pernah panas dipeluk peluh. Langkah tak terhitung. Lelah yang tak diperdulikan. Masa yang tak diakui. Tertukar dendam membara.

Mengeluhku ditertawakan semesta. Aku sudah dibodohi dalil dalil munafik. Dipaksa mengaku salah dan tertuduh. Agar jatuh kelembah hinaan. Dan menarilah para iblis. Mentertawakan ku.

Sia sialah umur. Ketika yang baik sudah dianggap tak ada. Disirnakan. Oleh kepuasan dendam para laknat. Didalangi para bajingan. Yang lempar batu sembunyi tangan. Yang membela para perampok hati.

Pertarungan busuk untuk kemenangan imitasi. Untuk apa? Puas bukan telah menipuku, tawa mesramu diranjang terkutuk. Polah binatangmu sungguh dipuji langit bumi. Sungguh mulia pembalasanmu.

Saksi bisu. Jalan ini. Tak pernah bisa cerita. Padamu. Tentang betapa lelah perjuangan ini. Untukmu. Sementara dirimu menghinakanku. Puas bukan pilihanmu, karena kau akan memetik polahmu sendiri. Hingga akhirat. 

Malang, 27 Juni 2021

Oleh Eko Irawan

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x