Mohon tunggu...
Dwi Tobing
Dwi Tobing Mohon Tunggu... Insinyur - Personal Blog: https://dwitobing.blogspot.com/

A Natural Born Romance Junkie with An Introverted Sensing and An Extroverted Thinking

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Hallyu Pangkal Halu?

4 Juni 2020   16:35 Diperbarui: 4 Juni 2020   16:36 254
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Kok suka sih nonton drama korea? Gw sih nggak deh... ntar kecanduan"

"Gw heran deh.. apa sih nikmatnya nonton drama korea itu?? Biasa aja gw rasa.."

"Kok suka sih liat tampang cowok cantik begitu... mukanya palsu banget, oplasan semua"

Demikianlah sederetan komentar-komentar miring nan pedas dilontarkan sinis kepada penikmat drakor dan aktor-aktris nya. Bahkan tahun 2019 yang lalu, sempat pula hal perdrakoran ini ramai dibahas di media sehubungan dengan komentar salah seorang pemuka agama. 

Sebagai penyuka (dan bukan pecandu) drama korea dan K-Pop, aku sendiri tidak terlalu peduli dengan komentar-komentar seperti di atas tadi. Setiap orang kan bebas berkomentar apa saja. Nyatanya budaya Korea memang mendunia. Parasite memboyong empat Piala Oscar, dan BTS bisa tampil di panggung Grammy Award 2020. 

Hallyu atau Korean Wave, yaitu kegemaran akan budaya pop Korea, sebenarnya sudah dimulai di akhir tahun 90an, yang diawali dengan Drama Korea. Pemerintah Korea sendiri sangat mendukung hal ini, salah satunya dengan mengadakan berbagai acara kesenian seperti festival film dan musik yang bertaraf internasional. M

enurut yang aku baca, hal ini merupakan usaha dari Pemerintah Korea untuk menghindarkan diri dari pengaruh industri hiburan dari dunia barat. Sehingga saat ini, budaya Korea semakin dikenal secara global. Dimulai dari drama Korea, musik, fashion, sampai makanan.

Aku mengenal drama korea ketika masa kuliah di Bandung. Drakor pertama yang aku tonton adalah Friends(2002) yang dibintangi Won Bin. Gak begitu ingat jalan ceritanya, tapi gak bisa lupa sama Won Bin-nya hahaha Setelah itu dilanjut dengan drama Korea "Autumn in My Heart"(2000). Drama yang sungguh mengharu-biru dan menguras air mata. Ketika itu gak ngeh juga sama aktor dan aktrisnya, tapi suka sama gaya berpakaian mereka. (Setelah googling, baru tahu kalau ternyata aktris utamanya Song Hye-kyo).

Lama setelah itu, aku tidak lagi mengikuti serial drakor manapun. Sampai kemudian di tahun 2019, seorang teman di kumpulan muda-mudi Gereja, yang sangat suka menonton film apa saja, setiap kali menceritakan kisah-kisah di film yang ditontonnya dengan penuh semangat dan perasaan. Matanya berbinar-binar dan penjabarannya sangat detail. Spoiller maksimal! Apalagi kalau sudah menceritakan Drama Korea. Aku jadinya penasaran... kaya' apa sih drama-drama ini sekarang. 

Setelah berkonsultasi dan bertanya pada para senior drakorian, akhirnya Februari 2019 drama "My Love From Another Star" menandai comeback-ku ke dunia drakor. Kalau didaftar, belum banyak drakor yang aku tonton lagi. Dan gak semua drakor juga aku tonton. Pilih-pilih... tergantung temanya (favoritku tentu saja Romance Comedy), aktor/aktrisnya, atau ya kadang-kadang kebetulan terlihat aja di televisi, lalu mengikuti episode-episode selanjutnya. 

Biasanya aku akan menonton satu drama yang sedang tayang, dan satu drama yang sudah selesai tayang. Saat ini, aku baru selesai menonton "Hospital Playlist" dan "Jealousy Incarnate", dan sedang mengikuti "The King Eternal Monarch".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun