Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... Lainnya - an ordinary people

ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Gula Darah Tinggi, Masih Yakin Tergoda Gula Saat Stres Melanda?

15 Oktober 2022   05:05 Diperbarui: 15 Oktober 2022   23:01 1342
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bagi beberapa orang di luar sana ada yang menganggap perilaku "mendatangkan rasa senang" tersebut bertujuan sebagai self reward. Well, it's okay to have some pleasure. Ga pa pa juga kok kalau kita senang (eniwei kenapa semua harus benar atau salah sih? Ya, saat inilah di mana otak rasional kita mencari alasan sebagai pembenaran atas keputusan emosi kita :)). 

Hanya saja, bila rasa senang atau gembira lantas menjadi tujuan kita dalam melakukan aktivitas, itu perkara yang lain lagi, Saudaraku.

Okay, kita bedain yha, apa yang disebut emosi senang dan bahagia.

Bila kita berbicara tentang gembira maka kita tidak dapat kita lepas dari hormon dopamin. 

Berbincang tentang dopamin sama seperti kita ngomongin soal mendapatkan apa yang kita inginkan. Dopamin datang ketika apa yang terjadi di sekitar kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Coba bandingkan dengan saat kita berbagi. Katakanlah uang kita tinggal beberapa ribu rupiah di akhir bulan. Lalu kita tahu ada seorang anak kecil lusuh yang melihat anak kecil lain yang sedang menikmati sekotak susu siap saji. 

Sementara ia tidak berani meminta dibelikan susu kotak yang sama karena seharian penuh mainan kipas angin rotan buatan ayahnya belum juga laku terjual.

Kemudian kita masuk ke sebuah toko  membeli beberapa makanan dan susu untuk anak kecil lusuh tersebut. Seketika senyum kecil mengembang dari bibir mungilnya. Mata kecil itu menatap kita. Sambil tersenyum ia berkata, "Terima kasih."

Apa yang kita rasakan saat itu? Apakah sama serunya dengan saat kita membeli jam tangan branded? Atau perasaan yang hadir setiap kali kita menikmati makanan dan minuman manis? Ga juga, kan?

Ada rasa bahagia yang secara perlahan mengalir. Ada perasaan hangat. Rasa nyaman yang muncul dalam diri kita. Mungkin tidak sebombastis saat kita merasa senang. Perasaan ini datang pelan-pelan. Namun akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan perasaan senang.

Berbeda dengan senang. Saat kita bahagia, ada neurotransmiter yang juga sekaligus salah satu hormon dalam tubuh sedang aktif bekerja. Yaps, serotonin! 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun