Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... Lainnya - an ordinary people

ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Gula Darah Tinggi, Masih Yakin Tergoda Gula Saat Stres Melanda?

15 Oktober 2022   05:05 Diperbarui: 15 Oktober 2022   23:01 1342
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebelum kita lebih banyak mengupas tentang hedonic treadmill, alangkah baiknya bila kita terlebih dahulu mengenali apa itu rasa senang. Salah satu emosi yang kadang membuat kita bingung membedakannya dengan rasa bahagia. 

Emosi gembira dan bahagia adalah dua emosi yang mendatangkan kenyamanan bagi kita. Sepertinya sama, bukan? 

Ya, bagi sebagian orang di luar sana menganggap dua jenis emosi tersebut sama. Namun apabila kita cermati lebih dalam, banyak perbedaan yang kita jumpai pada dua emosi tersebut.

Saat kita senang aktivitas tersebut memicu meningkatnya hormon dopamin. Ada rasa nyaman dengan durasi yang sangat singkat. Kita merasakan keseruan saat dopamin bekerja. Akan tetapi rasa gembira tersebut akan cepat pula melandai. Kembali datar. Perasaan kita menjadi flat. 

Dopamin merupakan hormon yang dapat memicu perilaku kecanduan. Dengan durasi sensasi nyaman yang cepat datang dan cepat menghilang. Sensasi tersebut akan memantik seseorang berupaya mendapatkannya lagi, lagi, lagi, dan lagi. 

Seperti saat kita membeli jam tangan branded yang kita inginkan. Atau memiliki gadget yang lama kita impikan. Atau bisa jadi saat membeli baju atau perhiasan seperti yang kita mau.

Kita merasa senang; gembira. Keseruan ini begitu dahsyat sehingga banjir dopamin akibat tercapainya keinginan kita akan membuat kita merasa "nyaman". Apa yang terjadi dalam tubuh kita inilah yang memantik seseorang untuk memicu kembali dopamin dalam tubuh kita. 

Dopamin datang, kita merasa senang, lalu emosi ini dengan cepat turun kembali. Melandai, lalu emosi kita flat lagi. 

Kemudian kita akan mengulangi aktivitas pemicu dopamin lagi, lalu dopamin datang lagi, kemudian dengan cepat kita merasa keseruan itu lagi. Datar-datar aja. Dan begitu seterusnya. Seperti mesin treadmill, bukan? Nah, aktivitas hedon seperti inilah yang disebut sebagai hedonic treadmill.

Begitu pun kita sewaktu mengonsumsi makanan dan minuman manis. Sebenarnya kita tahu bila mengonsumsi makanan dan minuman manis melebihi kadar manfaat akan berakibat buruk bagi tubuh kita. 

Lha tapi aktivitas tersebut memberi efek sensasi senang. So, kita lebih memilih menikmati makanan dan minuman manis daripada menjalani masa diet kita. Betul? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun