Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Bukan Sekadar Berkuda di Funabashi Hoten

16 Januari 2018   10:34 Diperbarui: 16 Januari 2018   13:08 997
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

***

Ini salah satu fasilitas kota 'ndeso' Funabashi Hoten, tetapi secara regional, mungkin bahkan secara nasional. Pemerintah Jepang mempunyai konsep perkotaan sebagai negara yang sangat peduli dengan warganya.

Bahwa, jika ada fasilitas2 besar perkotaan, konsep untuk didirikan di kota2 kecil suaya tidak terlalu padat di kota2 besar apalagi di ibujota, memberikan inspirasi bagi banyak urban planner.

Ketika Jakarta penuh sesak dengan berbagai fasilitas2 bear perkotaan (perkantoran/Thamrin Sudirman, rekreasi/Ancol, olah raga/Senayan, pertokoan/berbagai titik yang sangat padat, bahkan perdagangan/Jakarta Kota serta pergudangan dan manufacturing/Pulo Gadung), membuat Jakarta tidak berkutik, dan mengubah karakteristik ibukota sebagai kota 'gado-gado'.

Seharusnyalah, Jakarta bisa mencontoh di banyak kota, walau memang Jakarta kota bertumbuh, tetapi tidak terlambat untuk bisa memulai hal2 yang lebih baik bagi warga kota .....

Catatan :

Karena aku masuk gratis,dan sedang tidak ada even atau wisata keluarga atau anak2latihan berkuda, jadi tidak ada satu ekorpun disana. Kuda2 itu dalam istal atau kuda pribadi di bawa sendiri.

Sebelumnya :

"Aku Ingin Tinggal di Rumah Nobita, yang Ada Doraemon", dan [Hampir] Menjadi Kenyataan

"Negeri Impian" Funabashi Hoten 

Sekali Lagi, Mengapa Funabashi Hoten?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun