Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Sekali Lagi, Mengapa Funabashi Hoten?

11 Januari 2018   15:31 Diperbarui: 11 Januari 2018   15:38 1438 1 0
Sekali Lagi, Mengapa Funabashi Hoten?
Dokumentas pribadi

Funabashi Hoten, "kota kecamatan" yang 'ndeso', tetapi sangat nyaman untuk bertempat tinggal .....

By Christie Damayanti

Kota Nishi Funabashi itu sudah dianggap kota kecil dan todak semua orang pernah mendengar nama itu. Lalu, mengapa justru Michelle mau pindah ke "kota kecamatan", kota yang lebih kecil lagi, kota yang "ndeso?"

Di artikel sebelumnya tentang alasan Michelle pindah sudah jelas. Dia harus pindah karena teman2nya tidak jadi sekolah disana karena visa belajar tidak keluar, entah mengapa. Sehingga, jika tidak mau pindah Michelle harus membayar sewa apartemen lebih mahal karena tempat temannya harus dibayar Michelle, bukan? Dua kali lipat menjadi sekitar 8000 per-orang .....

Tetapi, mengapa mau cari ke arah yang lebih "ndeso?"

Ya ... karena di Nishi Funabashi, walau pindah di apartemen yang lebih kecil, harga sewanya masih tinggi. Sehingga dia memutuskan mencari tempat yang lebih "ndeso". Tetapi ternyata pilihannya sama sekali tidak salah .....

***
Funabashi Hoten

Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Ini pusat kotanya. Sebuah perempatan, eh ... bukan perempatan, tetapi simpang lima, dan di salah satu sudutnya ada resto Yoshinoya. Satu2nya resto yang cukup besar di kota Funabashi Hoten .....

***
Sebuah "kota kecamatan", beda 1 stasiun dari Nishi Funabashi. Koyanya memang kecil. Bahkan stasiunnya hanya 1 pintu keluar dan fasilitas toko nya hanya ada Family Mart saja. Tidak sebanding dengan kota Nishi Funabashi sebagai "kota transit", yang juga sudah dianggap sebagai sebuah kota kecil.

Fasilitas di sekitar stasiun sebenarnya cukup lengkap. Ada minimart beberapa, ada supermarket. Ada drugstore, trmpat menjual kebutuhan consumer-good. Ada bank dan banyak parkir sepeda. Walau skalanya lebih kecil dari skala Nishi Funabashi, tinggal di Funabashi Hoten juga cukup nyaman.

Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
 Ini adalah tempat parkir supermarket dan drugstore, satu2nya tempat belanja besar di samping stasiun Funabashi Hoten .....

 

***
Masalahnya adalah .....

Karena Michelle mencari apartemen yang levih murah tetapi nyaman, akhirnya dibantu oleh agen property, dia mendapatkan tempat yang luar biasa! Sepi, nyaman dan indah! Serta seiring dengan mimpinya, yaitu "tinggal di rumah Nobita, karena ada Doraemon". Dan lingkungannya adalah rumah2 kecil, mungil dan asri, seperti lingkungan tempat tinggal tokoh kartun, Nobita .....

Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Lebay ga, jika aku katakana lingkungan pemukiman ini mirip2 dengan lingkungan pemukiman tempat Nobita dan Doraemon bertempat tinggal? Yang jelas, Michelle sangat bahagia dengagn lingkungan seperti ini, dibandingkan dengan lingkungan apartemen di Nishi Funabashi 

***

Betapa bahagianya dia, walaupun dia harus semakin "kerja keras", karena apartemennya sejauh sekitar 35 menit sampai 45 menit berjalan kaki. Jika mau berlari mengejar jadwal kereta, dia bisa berlari lumayan cepat hanya 10 menit sampai 15 menit!

Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
Dokumentas pribadi
 Daerah tempat tinggal ini, aku bagi 2 areal. Pertama, sebelum simpang lima yaitu daerah stasiun dan fasilitasnya. Dan kedua, setelah simpang lima yaitu daerah yang benar2 fully untuk pemukiman.

Dari apartemen Michelle kearah simpang lima, dengan jalan kaki santai mungkin bisa sekitar 15 menit sampai 20 menit, Dan dari simpang lima menuju stasiun antara 20 menit sampai 25 menit. Jadi total sekitar 35 menit sampai  45 menit.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3