Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Negeri Impian, "Funabashi Hoten"

12 Januari 2018   16:18 Diperbarui: 12 Januari 2018   16:22 1621 2 0
Negeri Impian, "Funabashi Hoten"
Dokumentasi pribadi

By Christie Damayanti

Apartemen Michelle, di "negeri impiannya', negeri kartun Doraemon di Funabashi Hoten

Mimpi adalah sesuatu yang sungguh bisa menotivasi kita untuk menggapainya. Jila cita-cita itu (menurutku) adalah mimpi jangka pendek, dimana kita benar2 ingin mendapatkan setelah mandiri lulus pendidikan, tetapi mimpi merupakan keinginan kita yang sungguh jauh kedepan.

Ketika sejak kecil aku bercita2 mennadi seorang arsitek yang baik, dan itu sudah tercapai, mimpi ku adalah memendapatkan kehidupanku dengan anak2ku di begeri sebrang, dan itu belum tercapai. Mungkin sebentar lagi, ketika anak2ku benar2 juga ingin mendapatkannya, bersama denganku.

Mimpiku terus membubung, terus dan terus sampai aku tidak bisa bermimpi lagi. Dan aku "bangun" dari tidur dan mimpiku untuk berusaha menggapainya .....

Funabashi Hoten adalah negeri impian bagi Michelle anakku. Impiannya membubung tinggi dan terus membubung, sejak dia kecil masih duduk di bangku TK. Ketika dia sangat terbius berteman dengan Doraemon, dia sudah melemparkan mimpinya setinggi langit, yaitu ingin tinggal di rumah Nobita, karena bisa bertemu dengan Doraemon.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Ini rumah impian Michelle, dan aku yakin dengan kerja kers dan pendapatannya seperti itu yang akan terus bertambah, dan dengan Berkat Tuhan, 5 sampai 10 tahun lagi dia akan bisa mendapatkan rumah impian nya, yang seperti ini ......

***

"Mama, nanti klo aku sudah besar, aku mau tinggal di rumah Nobita, ya".

Dan ketika aku tanya, "Heh? Kenapa rumah Nobita?"

"Kan ada Doraemon", begitu jawabnya.

Dan dari jaman TK itu lah dia bangun dari tidur dan mimpinya, berusaha keras untuk menggapainya. Dan sekarang, Michelle, seorang remaja yang baru bertumbuh dan baru berumir 18 tahun, Agustus 2017 lalu,  mencapai mimpinya. Dengan kerja kerasnya, belajarnya sampai dia mampu membiayai hidup nya sendiri, terbang bersama Kepakkan Sayap Tuhan, dan Tuhan membawanya untuk tinggal di Funabashi Hoten ......

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Rumah2 mungil dan cantik, desain Jepang modern, khas sekali ......

Dari beberapa artikel sebelumnya, ceritaku tentang Funabashi Hoten memang merupakan titik awal Michelle ku membangun mimpi selannutnya. Di Funabashi Hoten inilah, mimpi2 selanjutnya di rajut perlahan, seperti dia belajar menjahit sarung tangannya yang sobek, dan dia tidak mau beli lagi, karena sarung tangan itu dibelinya dari uang gajinya. Jika aku terus memanjakannya dan memberikan uang lebih, dengab gampangnya dia akan minta dibelikan lagi. Dan dia tidak mau itu terjadi .....

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Michelle yang dengan susah payah mencoba menjahit sarung tangannya yang robek, dengan jaum dan benang jahit, dimana dia belum pernah melakukan ini sebelumnya ......

Note :

Michelle tidak mau menrima kiriman uang ku lagi, karena gajinya dari 2 tempat bekerja paruh waktunya, menghasilkan 4x lipat yang aku berkomitmen untuk membiayainya disana, selama 3 bulan pertama dia berada di Jepang.

Untuk Michelle dan untukku, mimpi adalah bagian dari kerja keras sendiri, tanpa menyusahkan orang lain. Dan jami berkomitmen bahwa semua adalah juga bagian dari Rencana Tuhan!

***
Apatemennya sendiri bukan bangunan besar dan mewah. Lebih kepada sebuah flat atau townhouse, hanya 2 lantai dan hanya 6 kamar yang disewakan. Mininalis dan sederhana khas Jepang. Sisi depannya berada di luar bangunan, tetapi menempel pada dinding bangunan, di desain dengan batang melintang untuk menggantung baju.

Begitu juga sisi dalamnya. Karena rumah Jepang adalah tatami. Tanpa perabot. Hanya ada lemari kecil dan meja dapur mini. Luas unit ghanta sekitar 3,5 m x 8 meter. Ecil sekali, dan ini untuk tidur, menyimpan, toilet, memasak dan mencuci baju. Bagian pintu nasuknta di desain Jepang modern. Sangat minimalis. Dan itu sesyai dengan mimpinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3