Mohon tunggu...
Ruang Berbagi
Ruang Berbagi Mohon Tunggu... Dosen - 🌱

Menulis untuk berbagi pada yang memerlukan. Bersyukur atas dua juta tayangan di Kompasiana karena sahabat semua :)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Tiga Kesalahpahaman Sebagian Orang Indonesia tentang Konflik Palestina-Israel

12 Mei 2021   06:31 Diperbarui: 15 Mei 2021   14:12 8265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pembagian historis Israel-Palestina - tangyar dokpri

Dalam buku Timur Tengah dalam Pergolakan (1982) karya Kirdi Dipoyudo, masyarakat Islam Palestina menganggap bahwa Inggris memaksakan pendirian negara Yahudi di kawasan Palestina yang bertentangan dengan keinginan mayoritas masyarakat Palestina.

Baca selengkapnya: Sejarah Konflik Palestina-Israel

Salah paham sebagian orang Indonesia tentang konflik Palestina-Israel

Setelah memahami latar belakang konflik Palestina-Israel, mari kita ulik kesalahpahaman sebagian orang Indonesia mengenai konflik dua bangsa ini. 

Setidaknya ada tiga kesalahpahaman: 1) konflik itu murni "konflik agama"; 2) semua tentara dan orang Israel itu Yahudi; dan 3) semua orang Palestina dan Israel selalu bermusuhan dan mustahil hidup damai.

Berikut ini sejumlah fakta untuk meluruskan kesalahpahaman kita:

Pertama, bukan murni "konflik agama" 

Sebagian orang Indonesia mengira, konflik Palestina-Israel murni "konflik agama" atau bahkan "perang agama" antara Islam dan Yahudi (sebagai agama). 

Benar bahwa sentimen perbedaan agama menjadi salah satu unsur yang kuat mempengaruhi konflik Israel-Palestina. Akan tetapi, tidak benar bahwa konflik ini murni soal agama. 

Israel bukanlah negara berlandaskan agama resmi tertentu. Undang-undang tahun 1992 mendefinisikan Israel sebagai Yahudi & demokratis. Akan tetapi, istilah Yahudi ini digunakan secara luas sebagai istilah agama, ras, etnis dan budaya.

Infografik agama-agama di Israel - PEW Research Center (tangyar dokpri)
Infografik agama-agama di Israel - PEW Research Center (tangyar dokpri)
Sensus penduduk Israel 2019 mencatat, 74,2% orang Israel beragama Yahudi, 17,8% orang Israel beragama Islam, dan 2,0% Kristen. 

Sistem pengadilan di Israel mencakup juga pengadilan agama. "Yurisdiksi dalam masalah pernikahan, perceraian, perwalian, dan adopsi berada di lembaga peradilan dari komunitas agama masing-masing: pengadilan rabbi Yahudi, pengadilan syariah Muslim, pengadilan agama Druze, pengadilan gerejawi oleh sepuluh komunitas Kristen." Sila baca di sini. 

Di sisi lain, warga Palestina juga bukan seluruhnya muslim. Sekitar 93% orang Palestina adalah Muslim dan sekitar 6% beragama Kristen dan Katolik. Ada juga penganut Samaria (bentuk awal Yudaisme) di  Tepi Barat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun