Mohon tunggu...
Benedikta AveMartevalenia
Benedikta AveMartevalenia Mohon Tunggu... Mahasiswa - 00's

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mengetahui Adanya Hubungan antara Blog, Jurnalisme Warga, dan Media Sosial

9 Oktober 2021   10:28 Diperbarui: 9 Oktober 2021   10:51 120 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
psti.unisayogya.ac.id

Jurnalistik menurut Romli (2003) adalah suatu proses mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita atau opini melalui media massa.  Namun jurnalistik tidak dapat berjalan bila tidak ada nya blog, warga dan media sosial. Nah mengapa demikian? Layaknya seorang guru yang menjelaskan namun tak ada siswa yang ada, begitulah nasib jurnalistik bila tak ada blog, warga, dan media sosial. Hal ini dikarenakan blog, warga, dan media sosial merupakan hal yang penting dan sangat berhubungan dengan jurnalistik dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Adapun blog merupakan bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan pada sebuah halaman web. Nah, hasil dari jurnalistik akan dipaparkan disini, oleh karena itu jika tidak ada blog, maka suatu karya jurnalistik tidak dapat dinikmati banyak orang, dan para wartawan yang ingin memaparkan hasil jurnalistik nya akan kesulitan karena tidak memiliki media. Maka hadirlah blog ini, sebagai media yang menghubungkan antara pembaca dengan penulis suatu hasil jurnalistik, misalnya berita.

Lalu ada warga. Posisi warga disini adalah sebagai penikmat hasil jurnalistik. Tak ayal, para jurnalis mengerjakan tulisan atau karya nya adalah hanya untuk dinikmati para pembaca ataupun pendengar. Warga bagaikan garam bagi masakan bila dikaitkan dengan jurnalistik. Tak ada gunanya bila memiliki tulisan yang bagus dan bermanfaat, bila tidak ada warga ataupun pendengar. Untuk itu, peran warga dalam keberlangsungan dari jurnalistik cukup penting. Bila di internet, warga lebih akrab dipanggil netizen atau warga net.

Sudah ada blog sebagai media bagi para penulis untuk memaparkan hasil jurnalistik nya, dan ada warga sebagai penikmat hasil jurnalistik. Namun rasa nya tidak lengkap bila tidak menambah kan media sosial. Media sosial sudah bagaikan rumah kedua bagi masyarakat sekarang ini. Untuk itu, para wartawan kerap membagikan hasil jurnalistik nya ke media sosial. Bukan tanpa alasan, dikarenakan warganet yang sekarang sudah melonjak jauh, akan lebih baik bila menyebarkan hasil jurnalistik nya ke media sosial, guna menarik perhatian banyak orang. Semakin banyak yang dapat menikmati suatu hasil karya jurnalistik, semakin sang jurnalis mendapat banyak penghargaan dan yang menikmati juga dapat menerima informasi yang diinginkan.

Maka, dapat kita katakan bahwa jurnalistik tidak dapat dipisahkan dari blog, warga, dan juga media sosial, dikarenakan mereka merupakan satu komponen demi tercapainya dan lancar nya suatu jurnalistik. Bila salah satu hal kurang, akan mengakibatkan keterlambatan dalam melaporkan informasi dengan cepat dan tepat. Kita ambil contoh berita dari detik.com tentang menurunya kasus pandemi di Kaltara.Bila tidak ada media sosial, tempat kita melihat adanya artikel yang menyambungkan ke blog mengenai penyebaran virus yang sangat cepat ini. Semua komponen dari blog hingga media sosial terpenuhi. Dimana ada blog yang mengabarkan tentang berita covid 19 yang sebelumnya sudah terjadi di negara lain, lalu warganet atau netizen yang dengan cepat dapat menerima informasi melalui media sosial membuat pemerintah dan masyarakat tahu bahwa telah terjadi pandemi covid-19. 

Melalui jurnalistik juga kita mengetahui bagaimana cara dan upaya yang dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Saat kita analisis, komponen seperti warga, blog, dan media sosial dapat berfungsi dengan baik. Dimana blog dengan sendiri nya menjalankan tugas nya, media sosial yang dengan cepat mengabarkan nya, dan begitu pula dengan masyarakat, atau warga net yang menanggapi dengan cepat suatu informasi yang didapat. Untuk itu, blog, warga, dan media sosial merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah atau dikurangkan, demi kelancaran suatu proses jurnalistik.

Sumber:

Romli, ASM. (2003). Jurnalistik terapan. Bandung: Baticpres.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan