Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan SATU per SATU PUISI dari SEMBILAN rincian PUISI tentang TANYAKAN. Semoga bermanfaat. πŸ™πŸ™

========================================== Bambang Syairudin (Kak Bams), Dosen ITS, Surabaya. Pernah Belajar di SMA Negeri 1, Pekalongan. ASKARLO (Alumni SMAN 1 "Jl. Kartini" Pekalongan). ========================================== Bambang Syairudin PERINGKATMU #2 Di tahun 2022 (Sumber: Kaleidoskop Kompasiana 2022) ========================================== Bambang Syairudin, Kompasianer Teraktif #1 (Sumber: Kaleidoskop Kompasiana 2022) ========================================== Ini bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk mengingatkan diri agar tidak lupa mensyukuri. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Fibonacci Puisi: Kalah Dimarahi Marah

10 Desember 2022   03:00 Diperbarui: 10 Desember 2022   03:10 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Fibonacci Puisi: Kalah Dimarahi Marah

kalah dimarahi marah marahnya diri
tak mengakui kalahnya
tak mengakui
salahnya

kalah dimarahi marah marahnya diri
karena tak pernah bisa
kalahkan diri
sendiri

(kalah dimarahi marah, 2022)

Puisi keduapuluh enam dari tigapuluh rincian judul puisi tentang Marah, khususnya tentang Kalah Dimarahi Marah. Semoga bermanfaat.

Catatan:
Bait pertama dan bait kedua semuanya terdiri dari empat baris.
Setiap barisnya tersusun dari jumlah suku kata (jumlah ketukan) yang mengikuti deret bilangan fibonacci: 13, 8, 5, 3.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun