Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Mata Bocah

14 Mei 2021   22:58 Diperbarui: 19 Mei 2021   22:15 325 80 25 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Mata Bocah
ilustrasi kesedihan anak kecil. (sumber: unsplash.com/@lucashew)

Kisah ini kuambil dari sepasang mata bocah yang diam, menyimpan banyak lintasan peristiwa di Hari Lebaran: Tentang pakaian baru yang dipakai, milik temannya; ketupat, bermacam kue-kue, milik temannya; menghitung berapa banyak uang 'salam tempel' yang didapat di Hari Raya, milik temannya; mencium tangan kedua orang tua meminta maaf, tertawa, makan bersama, milik temannya; digandeng ibu dan ayahnya, Salat Ied di lapangan; bercerita hari ini pergi ke sana, esok jalan-jalan entah ke mana. Milik temannya 

Ingin ia memiliki semuanya. Namun, itu milik temannya 

Hanya dua yang ia punya, satu air mata, kedua sekeping papan di depan bangunan tua: Panti Asuhan Anak Yatim Piatu 

***

Lebakwana, Mei 2021 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x