Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Gardu Ronda

28 Februari 2021   22:04 Diperbarui: 28 Februari 2021   22:19 180 74 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gardu Ronda
Ilustrasi. Sumber: historia.id

Ini republik kecil, di segelas kopi, asap rokok, kacang rebus, petikan gitar yang sumbang; cerita-cerita tumpah

Bincang-bincang tak tentu arah, dari mencaci-maki pemerintah hingga percakapan seperti menegakkan benang basah

Sebut saja ini sebagai tetirah, melepaskan penat setelah seharian mengejar kerutinan. Ada yang tergenggam tangan, ada yang baru sebatas angan. Di sinilah, gardu ronda, tempat pelepasan

Ngakak lepas, kata-kata meluncur bebas

Semua bisa menjadi pembicara, semua dapat sebagai pendengar

Malam semakin dingin. Sebagian jaga, yang lainnya pulang. Mempersiapkan hari esok: untuk menyusuri jalan yang diingin, atau juga menemui kelelahan yang kemarin

***

Lebakwana, Februari 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x