Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Membincangkan Kemerdekaan

11 Agustus 2020   21:33 Diperbarui: 11 Agustus 2020   21:21 95 35 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membincangkan Kemerdekaan
Ilustrasi. Sumber: Detik.com 

Ajari aku bagaimana membaca arti kemerdekaan, bila melihat anak-anak yang memanggul impiannya, membelah derasnya arus sungai, atau meniti jembatan rapuh, yang bisa saja sewaktu-waktu angan-angan mereka runtuh 

Atau yang tinggal di perbatasan, di balik gunung, berdampingan dengan hutan-hutan yang masih perawan, malam-malam berteman cahaya bulan, atau menemui kesunyian 

Dan di tempat-tempat yang tak tertera dalam peta, yang luput dalam percakapan urun-rembug sekeliling meja, yang penduduknya takut menyangkutkan mimpi anak-anaknya ke tinggi angkasa, karena lampu-lampu yang mempunyai kuasa tak pernah menerangi isi kepala mereka 

Tapi kenapa pula kita harus membaca jauh. Sebuah tempat namanya ibu kota, sejarak sepelemparan batu dari istana, berhimpit bedeng-bedeng kumuh, setiap hari para penghuninya menata hari: Pagi ini makan apa, sore hari entah bagaimana 

Jangan lihat televisi

Di sana hanya ada rekaman orang-orang berbaris dengan gerak tertata, pidato-pidato, salvo, dengan irama yang kita sudah tahu urutannya 

***

Cilegon, Agustus 2020 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x