Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok dan Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jika Aku Bisa Memberimu Apa Saja

4 September 2022   15:15 Diperbarui: 4 September 2022   15:18 89 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
youtube.com/David P 

'ku 'kan memberimu pohon meranti di halaman rumah masa kecilku-
berikut akar dan daun tetes air mata

'ku 'kan memberimu jangkrik mengerik
dan centang kendang panggilan kawin
untuk mengisi telingamu dengan nyanyi pagi

'ku 'kan memberimu mata beri merah
tiga berlian hitam, embun madu juga
dan ketika jatuh ke lubang maut
'ku 'kan memberimu bangkainya-
licin, gradasi hijau patah
sayap zamrud gemuk dilempar ke kakimu

'ku 'kan memberimu rumah dan tulang-belulang
gagang pintu kaca dari batu
lubang kunci kerangka
setiap serpihan papan kayu
setiap orang dan hantu

'ku 'kan memberimu botol dan stoples
serangga petir aroma bumi
dari jari dan telapak tanganku
dan bumi juga
tumpukan cacing yang menggeliat

maaf
'ku tak bisa memberikan semuanya
ada hal-hal tak bernama
tanpa asap atau bayangan
terkubur di tanah lembut belakang rumah
sesuatu

'ku tak dapat menemukannya di antara cacing
atau dalam stoples, di atas daun meranti
tapi tetap saja'ku bawa mereka
bisakah kamu mendengar semuanya?
di dalam dadaku?
rasa musim kemarau berdebu?

di kulitku saat kamu mencengkeram
itu milikmu
ambil
ambil yang berdenyut ini
senandung dari tulang rusukku
tolong
bebaskan 'ku dari beban ini

Bandung, 4 September 2022

Sumber ilustrasi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan