Mohon tunggu...
Aurelia Lucretie
Aurelia Lucretie Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Memiliki minat pada topik sosial-politik

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Untuk Apa Sampai di Sini?

4 September 2022   07:52 Diperbarui: 4 September 2022   08:05 65 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Lima hari dalam lamunan sayu

Remuk sendiri siapa peduli?

Semakin layu, tak ada yang merayu

Pantaskah kau seperti ini?

Untuk apa sampai di sini?


Roman-romannya tak ada yang mengisi

Oh, memang kau si kecil yang baru besar

Sekarang terjebak di dunia orang dewasa

Salah sendiri punya ekspektasi

Untuk apa sampai di sini?


Gambaran indah hanya terlukis di imaji

Biar ku beritahu semua khalayak

Jangan lagi keliru, tak perlu bingung

Realita jahat menyiksa habis-habisan

Untuk apa sampai di sini?


Perlukah kau berhenti?

Pecundang bahkan kalah buruk

Berjuang apa hanya demi ambisi

Rasa bangga pudar secepat ganti baju

Untuk apa sampai di sini?


Beban orang tua, gotong ekspektasi

Takut gagal, lalu sedih, mental kerupuk kering

Target baru, tertekan tengah setengah mati

Konsekuensi akhir hari, sampai kebawa mimpi

Untuk apa sampai di sini?


Pagi-pagi rasa tangis

Paling muram di muka bumi, ada apa gerangan?

Perlu disyukuri masih lihat mentari

Mengeluh paling ahli, tapi nihil tanpa hasil

Untuk apa sampai di sini?


Progres orang jadi tolak ukur

Tanya-tanya si paling kritis

Diam bungkam jalan yang kau tempuh

Merasa kecil diri

Untuk apa sampai di sini?


Memilih untuk tersiksa, tapi enggan tuk pergi

Tanggung jawab, tanggung jawab

Jangan sampai kau lari 

Apa yang kau pilih, renungan pikir lagi

Untuk apa sampai di sini?


Rehat sejenak, usap selai ke roti

Matahari sudah pamit, jangan pikir panjang

Hari esok semoga bukan yang terburuk

Stok gagal, konon katanya

Untuk apa sampai di sini?


Sekali lagi perlu ku bertanya 

Untuk apa sampai di sini?


Tak bosan-bosan sampai kau jawab

Untuk apa sampai di sini?


 Sumber Illustrasi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan