ita DK
ita DK penulis travel

pecinta traveling dan kuliner

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Seorang Blogger Perlu Juga Meraih Kebebasan Finansial

12 September 2018   14:16 Diperbarui: 12 September 2018   14:51 1175 3 3
Seorang Blogger Perlu Juga Meraih Kebebasan Finansial
Acara ISB Blogger Gathering (dok pribadi)

Bagaimana rasanya bisa menikmati kebebasan finansial. Ini  saya alami setelah memasuki masa pensiun dan tiga orang anak saya sudah lulus kuliah S1 semua serta sudah mandiri bekerja. Di kala muda memang harus kerja keras dan mengejar target untuk bisa investasi.

Bicara soal kebebasan finansial  apabila tujuan keuangan yang diinginkan sudah terwujud, itu artinya Anda sudah merdeka finansial. Tapi, jangan diartikan merdeka finansial (financial freedom) punya banyak uang. Makna dari  kebebasan finansial lebih dari sekadar banyak uang.

Untuk menuju kebebasan finansial  ada tips dari Liswanti Pertiwi, seorang blogger yang aktif menulis tentang finance. Yaitu di kala muda dan aktif bekerja harus rajin mencatat semua pengeluaran sehari-hari dan mencek setiap bulan pos pengeluaran apa yang harus dikurangi atau dihemat. 

Pos keuangan yang ideal adalah:

- zakat, sedekah, infak 5%
- cicilan hutang 20%
- dana darurat 10%
- biaya hidup 30%
- tabungan 20%
- investasi 15%  

Demikian menurut  Liswanti Pertiwi dalam acara Blogger Gathering yang  berjudul  "Bagaimana mengatur keuangan sebagai seorang freelancer,"  bersama Komunitas ISB dan CNI Indonesia , bertempat di Burger King, Plaza Festival Jakarta Selatan, Minggu lalu. 

Blogger Gathering tersebut utamanya bertajuk "SEO zaman now" bersama Niko Riansyah. Tapi disini saya sengaja saya bahas dulu  tentang meraih kebebasan finansial.

Pengalaman saya pribadi, saat masih muda saya sudah menyisihkan 30 persen  penghasilan untuk  investasi. Kita mendapatkan uang yang merupakan penghasilan, hitunglah seberapa besar penghematannya untuk ivestasi. Beli barang yang nilai ekonominya naik setiap tahu.

Peserta blogger gathering (dok FB ISB)
Peserta blogger gathering (dok FB ISB)
Perlu juga memiliki asuransi kesehatan dan kematian agar ketika masa pensiun sakit sudah aman dicover, tidak perlu merepotkan anak-anak soal biaya sakit.

Ingin merasakan bagaimana  tanda-tanda bebas finansial ada beberapa yang perlu diketahui:

1. Dari Kesehatan sampai Jiwa  Terlindungi Asuransi

Proteksi bukan hanya untuk diri sendiri,melainkan juga untuk keluarga dan asset.  Mengapa asuransi perlu dan wajib? Sebab proteksi asuransi membantu untuk meminimalkan akibat yang ditimbulkan risiko yang terjadi. Tanpa proteksi asuransi, akibat dari risiko tersebut bisa berdampak besar bagi keuangan Anda nantinya.

Ingin bayar biaya rumah sakit tanpa memberatkan keuangan, pakailah asuransi kesehatan. Ingin keluarga tetap bisa mencukupi kebutuhannya jika terjadi kemungkinan terburuk, milikilah asuransi jiwa. Mau ongkos untuk kerusakan mobil tak keluar banyak, pilihlah asuransi mobil. Ayo dapatkan segera asuransi pilihan Anda!

2. Siap Memasuki Masa Pensiun dengan Dana Pensiun

Tak sedikit yang khawatir bagaimana nasib teman-teman blogger yang tidak mendapat pensiun bulanan karena bekerja secara freelance. Beruntung saya sudah bekerja selama 25 tahun di PT Kompas Media Nusantara yang menyiapkan dana pensiun. Sehingga saya setiap bulan mendapat pensiun bulanan.

Pilihan mempersiapkan dana pensiun cukup banyak. Mulai dari Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil 5,7% dari penghasilan sampai Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Selain dua itu, reksa dana dengan return hingga 10% boleh jadi pilihan dana pensiun.

Tetapi bagi para teman blogger yang ingin mendapat pensiun bulanan meski di kala muda bekerja sebagai freelance bisa mendaftar  nasabah bank sebagai tabungan pensiun.

Contoh yang gampang di Bank BNI ada tabungan simphoni yang akan bisa ditarik setiap bulan setelah pensiun dengan membayar premi setiap bulan.

Di masa muda jangan suka menunda-nunda, mereka yang akan pensiun merasa belum siap untuk pensiun. Mumpung masih produktif dan mendapat penghasilan mulailah membuat pos untuk dana pensiun.

3. Tidak Cemas Akan Hari Esok Berkat Investasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2