Mohon tunggu...
Arsyad Maulana
Arsyad Maulana Mohon Tunggu... Ilmuwan - Peneliti dan mahasiswa Ph.D di UST, Korea Selatan

Menyukai banyak hal, termasuk matematika, sains, komputer, filsafat, agama, dsb. Belajar sepanjang hayat demi bisa membaca seluruh realita yang diciptakan-Nya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

[:\bulan]

2 Mei 2024   09:20 Diperbarui: 2 Mei 2024   09:39 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto oleh Haroon Iqbal: https://www.pexels.com/photo/crescent-moon-in-the-black-sky-16963953/ 

Para pendaki selalu menghadapi kebohongan yang sama setiap menggapai puncak tertinggi; bahwa mereka tak lagi memiliki pilihan selain untuk kembali.
.
Lunaria percaya bahwa bulan adalah pusat langit malam dan bintang-bintang bersinar karenanya. Ia yang ingin meraih bulan memulai perjalanannya pada bulan purnama. Lalu ia mengikuti jalur pendakian dengan mempertaruhkan setiap langkahnya pada dua pilihan: untuk terus maju atau kembali. Sang pendaki mencapai puncak tertinggi pada hari kelima belas hanya untuk menyadari bahwa usahanya terbayar dengan kesia-siaan; dan kebenaran bahwa langit malam dapat beroperasi tanpa bulan.
.
Kenyataan singkat bahwa seluruh peradaban ada di bawah telapak kakinya tak memiliki arti; usahanya tak memiliki arti; dan keberadaannya tak memiliki arti. Lunaria turun selama satu hari, lalu mendapati bulan tersenyum jahat di langit untuk membisikkan, "Seandainya kau membuang pilihan."
.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun