Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Konsultan - Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Potret Global dan BRISC Plus Indonesia dalam Defisit dan Utang

25 Juni 2018   12:34 Diperbarui: 25 Juni 2018   22:14 1288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika India yang dijadikan model dengan defisit hampir 7% dan rasio utang mencapai 70% demi mencapai rerata pertumbuhan PDB 7% (2012 - 2017), akan dianggap pelanggaran terhadap undang-undang (sesuai UU No. 17 2003 tentang Keuangan Negara khususnya pada pasal 12 dan penjelasannya; maksimum rasio defisit anggaran terhadap PDB : 3%, sedangkan rasio utang terhadap PDB : 60%).

Memperhatikan posisi utang, Brazil, India, dan China menyimpan "latent problem" atau masalah tesembunyi yang dapat muncul secara tiba-tiba serta menimbulkan gejolak. Secara khusus, layak dicermati posisi utang China yang dalam tiga tahun berakhir bertumbuh pesat.

Gejolak Global

Merujuk pada catatan World Trade Organization (WTO), nilai ekspor barang (merchandise) global pada 2017 mencapai USD 17.199 Miliar; sedangkan untuk layanan komersil global (commercial services) mencapai besaran USD 5.252 Miliar; secara rerata per bulan transaksi barang dan jasa global mencapai hampir USD 1.870 Miliar.

Sebaran ekspor barang global berdasarkan regional diberikan pada Peraga-5.

Global Merchandise Export 2017 by Region - by Arnold M
Global Merchandise Export 2017 by Region - by Arnold M
Sumber informasi (dengan pengolahan) : WTO

Dari besaran ekspor, kontribusi Asia dan Mid East (atau Timur Tengah dengan dominasi ekspor Minyak dan Gas) hampir 40%, berada diatas Europe. Secara rerata pertumbuhan perdagangan global pasca Great Recession 2008 hanya 2.1% (lihat artikel : Bias atau Realitas "One Trillion Dollar Club"), sementara pertumbuhan PDB global diharapkan 3.1% - 3.5%. Dengan demikian perlu upaya selain perdagangan sebagai pendorong pertumbuhan.

Merujuk pada survei Bank for International Settlements (BIS - 2016), peredaran dana yang ditransaksikan pada pasar uang (forex market) secara rerata harian mencapai USD 5.1 Triliun. Jumlah ini jauh lebih besar daripada kebutuhan untuk menunjang transaksi barang dan jasa yang secara bulanan hanya sebesar USD 1.870 Miliar. 

Untuk mendapatkan hasil atau imbalan atas dana yang dikelola pada "forex market", berbagai upaya dilakukan para pengelola dana dan pelaku dengan "game" yang sarat spekulasi dan sentimen serta menggunakan analisis, pertimbangan, dan proses pengambilan keputusan yang sarat sesat pikir atau "cognitive bias". (lihat artikel : Perjudian Dana Global Biang Kerok Gejolak).

Dengan rasio utang terhadap PDB pada besaran 28.9% (2017), apakah perekonomian Indonesia bebas dari ancaman gejolak global ? Untuk memahami permasalahan secara utuh, perlu melihat struktur utang pemerintah seperti pada Peraga-6.

Outstanding Utang Pemerintah - sumber Kemenkeu
Outstanding Utang Pemerintah - sumber Kemenkeu
Sumber informasi : Kemenkeu - DJPPR - Laporan Kinerja Penyerapan Pinjaman, Hibah dan Project Based Sukuk

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun