Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Konsultan - Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Potret Global dan BRISC Plus Indonesia dalam Defisit dan Utang

25 Juni 2018   12:34 Diperbarui: 25 Juni 2018   22:14 1288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Peraga-2 menunjukkan terjadi penurunan rerata pertumbuhan pada lingkungan AE (negara maju) dari o.9% (2012-2014) menjadi 0.5% (2015-2017); pada lingkungan EMDE penurunan sangat besar dari 5% menjadi 0.7%. 

Pada masa 2015 - 2017, dari kelompok BRISC-I, 3(tiga) negara mengalami rerata pertumbuhan positif yaitu India (paling tinggi), Indonesia, dan China; semetara South Africa, Brazil, dan Russia mengalami pertumbuhan negatif. Indonesia mengalami perubahan yang sangat berarti berupa kenaikan dari rerata minus 0.1% menjadi 4.5%; India meningkat dari 3.8% menjadi 8.6%; sedangkan China menunjukkan tren turun dari 11.9% menjadi 4.5%.

Pertumbuhan positif atau negatif pada kelompok BRISC-I dicapai dengan kondisi anggaran defisit seperti pada Peraga-3.

deficit-to-gdp-5b2f5f99caf7db54a6179a53.jpg
deficit-to-gdp-5b2f5f99caf7db54a6179a53.jpg

Sumber informasi (dengan pengolahan) : IMF

Besaran defisit terhadap PDB Indonesia di atas Russia tetapi lebih rendah dibandingkan yang lain. India mencapai tingkat pertumbuhan tinggi dengan rerata defisit mencapai hampir 7%; sementara defisit China sedikit lebih besar dibandingkan Indonesia. Rerata defisit terhadap PDB pada negara maju mencapai 2.90% sedangkan rerata pada EMDE mencapai 3.58%.

Sebagai implikasi dari defisit anggaran yang selaras dengan kebijakan stimulus perekonomian, akan terjadi peningkatan utang yang gambarannya diberikan pada Peraga-4.

debt-to-gdp-ratio-5b2f65015e137302733f5612.png
debt-to-gdp-ratio-5b2f65015e137302733f5612.png

Sumber informasi (dengan pengolahan) : IMF

Dari Peraga-4, secara rerata posisi rasio utang terhadap PDB pada EMDE pada 49% (2017) dan jauh di bawah posisi AE yang mencapai di atas 100%. Posisi utang terhadap PDB Indonesia masih di bawah 30% walaupun berada di atas Russia yang di bawah 20%. Rasio Brazil pada 2017 mencapai 84% sedangkan India berada pada besaran 70%. Perlu diperhatikan pertumbuhan utang China,  dalam 3 (tiga) tahun terakhir rasionya bertambah dari 39.9% (akhir 2014) menjadi 47.8% (akhir 2017) atau sekitar 8%; walaupun PDB China tumbuh positif.

Melihat tren pertumbuhan, defisit, dan utang pada lingkungan BRISC-I, AE, dan EMDE, tidak gampang bagi Indonesia menentukan pilihan yang baik untuk diadopsi. Model Russia dengan defisit dan rasio utang rendah menghasilkan pertumbuhan PDB negatif; Brazil dengan defisit dan rasio utang tinggi tidak berdampak positif pada pertumbuhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun