Mohon tunggu...
Arif Meftah Hidayat
Arif Meftah Hidayat Mohon Tunggu... Buruh Pabrik

dengan atau tanpa saya menulis, dunia juga tidak akan berubah

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Cinta yang Luka (2)

16 Oktober 2017   17:07 Diperbarui: 16 Oktober 2017   17:13 781 2 0 Mohon Tunggu...

Dan aku masih mencintamu

Walau luka balasmu untukku

Luka bertubi, sama dan berulang

Menganga, kering, dan menghilang

Hingga luka sudah tak berasa apa-apa

Dan kaupun sudah bukan siapa-siapa

Namun aku masih mencintaimu

Bukan karena inginku memilikimu

Tapi justru luka yang selalu kau berikan untukku

Kau tahu,

Pujangga adalah aku

Kata adalah senjata utamaku

Dan luka darimu

Bubuk mesiu setiap karyaku        

Aku dengan segenap lukaku, adalah sastraku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x