Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kuota Rinduku Menipis hingga Habis

31 Maret 2021   21:33 Diperbarui: 31 Maret 2021   21:35 148 26 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kuota Rinduku Menipis hingga Habis
Sumber foto: pixabay.com

Jejak-jejak kenangan kita seolah terhapus sudah
Oleh tiupan angin yang perlahan namun rutin menyapunya setiap hari
Hingga semua bait-bait cinta dalam kata yang indah
Tetiba meluruh hingga sirna tanpa sisa sama sekali

Dulu aku pernah menyangka ini kisah sejati kita
Yang akan terjalin selamanya seperti kata-kata mereka dalam cerita drama
Bahagia selamanya hingga maut memisahkan jua
Namun ternyata kisahku tak sama dan menyiratkan luka

Hingga akhirnya aku sadari perlahan semua rinduku telah menipis
Bahkan terkikis sampai habis
Seperti ruang-ruang batin telah mengering dalam senyap
Dan kuota rindu yang dulu melimpah ruah kini ikut lenyap

Ini bukan tentang salah siapa
Mungkin aku pun bisa kamu
Namun ini tentang perjalanan waktu
Yang telah menjadi penguji dan saksi setia

Bahwa kisah kita ada dalam bentangan samudera rasa yang tak terarungi
Bahwa cerita kita telah menjadi bagian sejarah yang tak terkenangkan
Karena kita tak bisa mempertahankan
Apa yang semestinya dijaga untuk sebuah kedamaian

Ketika kuota rinduku menipis hingga habis tak bersisa
Kau di sana tiada jua mencoba mengisinya dengan perhatian pun sapaan manis
Selamat tinggal semua kisah indah kita
Selamat menempuh jalan kita masing-masing dan tak perlu ada tangis

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
31 Maret 2021

Artikel ke 1443

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x