Mohon tunggu...
Ardi lutfi
Ardi lutfi Mohon Tunggu... Guru - pelajar

12 MIPA 1 SMAN 1 Padalarang

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

My High School Life

27 Februari 2020   00:44 Diperbarui: 27 Februari 2020   00:54 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Aku lantas pergi meninggalkanya yang sepertinya masih tidak percaya dengan apa yang barusaja dia dengar. Tetapi dia tidak menyerah sampai disitu saja. Dia terus saja menanyai ku dengan pertanyaan yang sama berulang-ulang kali hingga aku mulai kesal mendengarnya. Aku pun menyerah menghentikan langkahku dan berbalik. Dengan sedikit kesal aku membalas pertanyaanya dengan pertanyaan.

"Emang kamu gak akan pulang?"

"Jalan pulang aku lewat sini kok. Jangan-jangan kita searah lagi?"

"Mungkin."

"Wah...., kebetulan sekali. Kalo kita temenan nanti kita bisa aku bisa jadi temen kamu pulang."

"Gak, makasih. Aku lebih suka pulang sendiri."

" Eh...., dari tadi jawabanya kok enggak terus sih? Oh iya, Gimana kalo kita sekarang tukaran nomor handphone dulu aja? Gimana? Mau gak?"

Untuk kesekian kalinya menghembuskan napas lagi. Yaudah lah dari pada di ganggu terus mending kasih aja nomor handphonenya. Aku pun mengeluarkan handphone dan memberian nomorku.

"Oke makasih. Oh iya, aku belum tahu nama kamu."

"Arata. Nama aku Arata."

"Oke sekali lagi makasih ya Arata. Samapi ketemu besok."

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun