Mohon tunggu...
Apriani Dinni
Apriani Dinni Mohon Tunggu... Guru - Rimbawati

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kisah Si Belah Mencari Tuhan [Bagian Dua]

13 Agustus 2020   10:37 Diperbarui: 15 Agustus 2020   23:57 282
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagian Dua

<< Sebelumnya

"Terus gimana cara Si Belah berjalan ya?" tanya Oneng sambil mengambil sehelai tissue di atas Meja dan segera mengelap telapak tangannya.

"Entahlah, aku juga sulit untuk membayangkan bagaimana Si Belah ini bisa berjalan," kata Jabrik sambil memperhatikan tissue di tangan Oneng.

"Iya," jawab Oneng, masih meremas-remas tissue di tangannya.

"Seperti kata orang tua jaman dulu, semakin jauh berjalan, maka akan semakin banyak yang bisa dilihat. Begitupun dengan Si Belah ini. Ia telah banyak melihat dan tingkah laku Anak-anak manusia dari semua Suku, Ras dan Agama selama berjalan mengelilingi dunia ketika hendak mencari Tuhan," kata Jabrik sambil menelan air ludahnya sendiri, saat melihat Oneng meminum air putih dengan kedua mata sedikit terpejam di depannya.

"Ehmmm, Iya." jawab Oneng menyudahi tegukan terakhirnya, lalu mengambil tissue dan mengelapkan ke bibirnya.

"Selama berjalan mencari Tuhan, Si Belah banyak sekali mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang bagaimana Tuhan di mata Anak-anak manusia lainnya, tentunya dari sudut pandang mereka," Jabrik berkata sambil kembali melihat ke arah bibir tebal milik Oneng yang terlihat sedikit basah, merah dan merekah selesai meminum Segelas air putih hingga kandas tak bersisa.

"Iya" jawab Oneng lagi sambil memainkan tissue bekas mengelap bibirnya itu dengan kedua tangannya. Mungkin Ia merasa risih dengan tatapan mata lawan bicaranya yang sedari tadi terus memperhatikan bibir dan juga dadanya.

"Dari tadi kok cuma menjawab Iya, iya saja sih? Gak menarik ceritanya ya?" tanya Jabrik penuh selidik pada Perempuan muda yang memiliki lekuk tubuh bak Gitar Spanyol di depannya.

"Menarik kok, alot malahan! Kayak tangan kita yang tadi sempat tarik menarik pas sedang berjabatan tangan," jawab Oneng sedikit mangkel saat mengingat perjuangannya tadi melepaskan genggaman Lelaki konyol di depannya ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun