Mohon tunggu...
Andong GunturMaulana
Andong GunturMaulana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Tidak ada profil

seorang pelajar ingin jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Menari di Atas Luka

21 Januari 2019   23:52 Diperbarui: 22 Januari 2019   01:11 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kapan lagi luka mu kau sambut dengan perayaan?

Ingat kawan,luka itu ilusi. Kau sendiri yang menciptakannya.

Kau harus bahagia,menarilah di atas ilusi itu.

Tertawalah sejadi-jadinya sampai maut enggan menyentuh jiwa mu.


Hempaskan emosi sampai tak bersisa.


Hembuskan ke dinding-dinding senja sampai merahnya yang kekuning-kuningan itu berlari terbirit - birit.

Lakukanlah sampai kau merasa lega.


Sampai kau sadar luka itu tiada.


Sampai kau mengerti tiada arti meratapi sedih.


Tutup matamu! Mulailah meramu mantra.
Raciklah mantra terkuat yang menjadikan mu manusia paling bahagia di muka bumi.


Tutup mulutmu! Mulailah untuk tidak menyalahkan waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun