Mohon tunggu...
Andipati 2001
Andipati 2001 Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Suka nulis artikel random, cerpen dan puisi https://www.instagram.com/Andipati17/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Duka

13 Januari 2024   23:44 Diperbarui: 13 Januari 2024   23:46 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dalam rintik hujan yang menari di atap,

Senja menangis, mengiringi kehilangan.

Bisikan angin membawa cerita kesedihan,

Seolah dunia meratapi kepergian yang tak terelakkan.

Percikan hujan membasahi kenangan,

Di setiap tetes, terukir rasa kehilangan.

Langit meratap, membawa cerita sunyi,

Seperti puisi patah hati yang tersimpan.

Rintihan hujan, bagai pelukan lembut,

Merayu langit, membiarkan kepedihan terurai.

Seolah cairan jernih itu menyeka lara,

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun