Mohon tunggu...
Lilis Hutagalung
Lilis Hutagalung Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan

4 Juni 2024   06:48 Diperbarui: 4 Juni 2024   07:01 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://pontas.id/2019/01/11/sejumlah-wilayah-jakarta-diprediksi-diguyur-hujan-sore-hari/

Hujan deras membasahi bumi
Mengguyur segala asa yang merindu sinar mentari
Begitu enggan untuk pergi keluar
Aku hanya termangu di balik jendela
menunggu dan terlelap sejenak dalam buaian waktu

Sore itu, gelap menampakkan diri
Berganti malam yang kian pekat
Namun hujan tak kunjung reda
Di bawah halte kosong, seorang anak kecil berteduh
Tubuhnya kurus, namun semangatnya tak terkikis
Ia menunggu, menatap hujan dengan penuh tanya
Seolah mencari jawaban di setiap butir air yang jatuh

Siapa gerangan anak kecil itu?
Tangannya menari-nari mengikuti irama hujan 

Matanya berbinar-binar haru
Memancarkan kilau harapan yang tak pernah padam 

Mulutnya bernyanyi kecil 

Menyatu dengan gemuruh hujan
Menciptakan harmoni yang indah dalam kesenduan petang yang berlalu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun