Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan menyukai sastra, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Pengamen dan Nelayan Mengukur Nasib

7 Oktober 2021   08:28 Diperbarui: 7 Oktober 2021   08:30 389 95 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi Pengamen dan Melayani Mengukir Nasib/ Pantai Tanjung Jumlah, Penajam Paser Utara - Dokpri @ams99

Pengamen dan Nelayan Mengukur Nasib

Seorang pengamen asyik menyanyi
Lagu gembira di pelataran pantai
Nelayan menarik sampan dari pesisir
Hendak menebar jala, menyambut rezeki
Meski tak pernah pasti, tetap pergi
Seperti pengamen, di bayar-tak di bayar; tetap bernyanyi

Suara pengamen tetap meninggi
Suara ombak juga berdesir
Bersahut-sahutan di telinga para pelesir
Mendengarnya tak hirau; pales atau nyarik
Sebagian tenggelam menyaksikan mentari pagi
Nelayan terus mengayuh rakit

Siapa mampu mengukur nasib
Saat zaman serba tak pasti
Berapa receh masuk kantong ajaib
Berapa ekor masuk jaring-jaring
Berapa lama bertahan menempa diri
Berapa lama negeri yang kian ngeri bersinar kembali

Balikpapan, 07.10.2021
Ali Musri Syam Puang Antong

Baca Juga Puisi Sebelumnya: Hipnotis Pagi

Puisi Pilihan: Sendiri

Puisi Pilhan Lainnya: Tangan Waktu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan