Mohon tunggu...
Alfatiya Haura
Alfatiya Haura Mohon Tunggu... Lainnya - Nothing is Imposible

اعملوا فكل ميسر لما خلق له

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Detik Terakhir

28 November 2020   15:00 Diperbarui: 30 November 2020   15:15 151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

”Insya allah aku yakin, Bun. Ini insya Allah yang terbaik untukku.” Kataku menegaskan.

”Tapi kamu tidak mau menunggu hasil tes yang di ma’had adikmu itu keluar?” Tanya Bunda lagi.

”Tidak usah Bun, soalnya pendaftaran ulang di MAN itu cuma 3 hari mulai dari besok, kalau dalam 3 hari ini hasilnya keluar nanti kita pikirkan lagi.” Tegasku.

”Baiklah Ra, Bunda setuju dengan perkataanmu itu, kita tunggu saja kalau begitu.” Balas Bunda.

Sekarang hari ketiga yakni hari terakhir untuk mendaftar ulang di MAN. Aku memutuskan untuk mendaftar ulang disana, setelah itu aku memberitahu Bunda. Aku bertanya pada Hersha, apakah dia sudah mendaftar ulang disana? Lalu dia menjawab, kalau dia sudah mendaftar kemarin. Dia bertanya balik kepadaku, gimana dengamu Ra?. Hari ini insya allah aku akan mendaftar ulang, jawabku.

Setelah aku mendaftar ulang aku mengabari Bunda kalau aku sudah daftar disana. “Iya gak apa-apa Ra, sepertinya hasilnya juga gak akan keluar hari ini.” Sahut Bunda.

Besoknya ayahku membuka internet ternyata ada pengumuman tentang kelulusan di ‘Pesantren Ar-Risalah’, itu nama ma’hadnya. Ayah mengabariku kalau aku diterima disana, aku terkejut dengan kabar itu. Ayah bahagia sekali aku bisa diterima disana karena untuk masuk kesana susah sekali. Dulu aku ingin sekali masuk ma’had itu setelah lulus SD, tapi gak diterima. Sekarang, aku berubah pikiran tidak mau lagi masuk kesana.

“Apa kamu akan masuk disana?” Tanya Ayah kepadaku.

“Aku udah daftar di MAN kemaren, Yah. Sepertinya aku tidak akan masuk kesana.” Jawabku dengan tenang.

“Kalau itu pilihanmu, terserahmu Ra, Ayah hanya bisa menyemangati kamu agar terus melanjutkan sekolah.” Gumam Ayah.

“Terima kasih atas apa yang engkau berikan, menolongku agar aku bisa melanjutkan sekolahku.” Kataku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun