Mohon tunggu...
Agustinus Wahyono
Agustinus Wahyono Mohon Tunggu... Arsitek - Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim sejak 2009; asalnya Kampung Sri Pemandang Atas, Sungailiat, Bangka, Babel, dan pernah belasan tahun tinggal di Yogyakarta (Pengok/Langensari, dan Babarsari). Buku tunggalnya, salah satunya adalah "Belum Banyak Berbuat Apa untuk Indonesia" (2018) yang berisi artikel non-fiksi dan berstempel "Artikel Utama" di Kompasiana. Posel : agustinuswahyono@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Ada Apa dengan Pantai De Locomotief di Sungailiat?

14 Desember 2018   19:42 Diperbarui: 15 Desember 2018   17:16 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kearifan lokal (Genius Loci) melalui pemanfaatan bahan (material) bangunan lokal merupakan bagian penting dalam pariwisata suatu daerah. Bukan hanya karena mudah didapat, relatif murah, mudah dikerjakan oleh tukang lokal (kebiasaan dalam pekerjaan sehari-hari), dan memiliki nilai estetika tertentu, melainkan menjadi unsur daya tarik yang menjadi unggulan sekaligus andalan.

Dokpri
Dokpri
Di DL para pengunjung akan diperlihatkan kembali dengan kayu-kayu bulat (belum diolah seperti umumnya/persegi empat) yang biasa dipakai untuk bangunan, baik struktur maupun pembatas area/pagar. Meski sepintas merupakan pemandangan umum (jamak), penerapannya di DL menambah kesan kelokalan yang bisa menambah wawasan para pengunjung yang hanya sebentar datang ke Bangka.

Sebuah rumah di Kampung Jalan Laut
Sebuah rumah di Kampung Jalan Laut
Contoh rumah rakyat berdinding kayu bulat (Dokpri)
Contoh rumah rakyat berdinding kayu bulat (Dokpri)
Contoh rumah rakyat berdinding kayu bulat (Dokpri)
Contoh rumah rakyat berdinding kayu bulat (Dokpri)
Dan, meski belum muncul pada bidang dinding, kesan kearifan lokal kian menguatkan kesan itu adalah penggunaan batang yang sampai pada sebagian akarnya. Salah satunya terlihat pada bangunan Toko Barang Seni (Art Shop) dan perpustakaan umum (library).

Sementara pada sebagian area sirkulasi (alas jalan setapak) diselesaikan (finishing) dengan batu granit-megalitikum. Batu granit sangat banyak terdapat di Pulau Bangka sehingga, menurut saya, penggunaan batu granit sebagai alas jalan kakiitu sangat tepat, bahkan estetis.

Jalan setapak dengan batu gunung/granit (Dokpri)
Jalan setapak dengan batu gunung/granit (Dokpri)
Namun, karena hanya sebagian, barangkali perlu ditambahkan, bahkan bagus untuk seluruh jalur pedestrian di DL. Hal ini untuk semakin menguatkan daya tarik DL dalam pemanfaatan kandungan lokal sekaligus memiliki nilai estetika.

Yang juga tidak luput dari perhatian adalah para penambang batu granit (tukang mentong batu). Saya bergaul dengan sebagian penambang batu granit sejak kecil (SD), dan sedikit mengetahui cara mereka melakukan proses pekerjaan itu karena orang tua angkat saya tinggal di Kampung Batu yang juga terdapat batu-batu granit dan penambangnya, termasuk seorang paman (paklik) saya yang berasal dari Wonogiri, Jateng.

Lain-lain

Lain-lainnya, misalnya Taman Satwa (Animal Park) dan Taman Bulakan. Di Taman Satwa yang terletak di sebelah kirijalan setapak terdapat patung-patung satwa, bahkan ada 1 patung satwa purba yang menyusup. Sementara seekor pelanduk hanya terkantuk-kantuk mpada saat kami datang.

Dokpri
Dokpri
Di seberang Taman Satwa atau di sebelah kanan jalan setapak terdapat Taman Bulakan. Di situ tersusun batu-batu kali yang boleh dijejaki oleh pengunjung. Di bawahnya ada sedikit air sehingga menambah kesan tersendiri bagi pengunjung yang mau mencoba menjejaki batu-batu itu. 

Dokpri
Dokpri
Ganjalan di Kepala Saya

Akan tetapi (nah ini, lagi-lagi saya nyinyir lagi!), dari awalnya saja sudah mengganjal di kepala saya. "De Locomotief". Ya, seperti juga Pantai Batavia dan Puri Ansell.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun