Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ada Apa di Kota Bandung?

13 April 2024   06:05 Diperbarui: 13 April 2024   23:04 320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada apa di kota Bandung? Ada banyak orang sedang merenung. Mereka bertemu Allah SWT lewat sholat. Rahasia sholat subuh sudah mereka temukan. Itulah hadiah bagi hamba Allah yang bertakwa.

Di saat orang banyak masih tertidur lelap, mereka sudah ada di rumah Allah. Kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil mereka kumandangkan di dalam hati dan terdengar sampai ke penguasa langit dan bumi.

Setelah lebaran idul Fitri banyak orang yang mengaku sebagai pemenang. Namun sholat subuhnya kesiangan. Lebih baik tidur daripada sholat. Semoga kita tak terkena laknat.

Ya memang tidak mudah menjadi seorang pemenang. Dia harus mampu menaklukan dirinya sendiri. Hawa nafsu selalu ada dalam diri kita sehingga takut mati dan cinta kepada dunia.

Padahal tak ada satupun hartanya dibawa mati. Hanya amal Sholeh yang menemani kita di dalam kubur. Siksa kubur akan datang bila tak kita persiapkan diri dari sekarang. Segera kumpulkan bekal menuju perjalanan abadi.

Ada apa di kota Bandung? Ada seorang anak manusia yang sedang merenung. Ide menulisnya tak terbendung. Pikiran rakyat kecil yang sedang ada di kota Bandung.

Manusia hanya makhluk Allah yang lemah. Kita lupa bahwa manusia adalah pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.

sumber gambar dokpri
sumber gambar dokpri

Pedagang nasi uduk dan gorengan sudah siap menjemput rezekinya. Mereka menjalankan falsafah orang Sunda. "Indit tunduh, teu indit butuh". Rasa kantuk dilawannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ada apa di kota Bandung? Ada banyak anak manusia menjemput rezekinya masing-masing. Udar ideur ke sana kemari akhirnya mati. Kematian itu pasti dan akan ada hidup sesudah mati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun