Abidin
Abidin Mahasiswa

Penikmat kopi pecandu narasi || Pemulung || Penulis buku • suara hati ilalangg • Menenun rinai hujan ( Antologi puisi bareng eyang sapardi ) • Gemuruh rapuh ( Antologi puisi )

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Tatap Aku

16 Maret 2019   02:16 Diperbarui: 16 Maret 2019   02:40 33 1 0
Puisi | Tatap Aku
Sumber : suara.com

tatap aku, lihat badanku yang mulai lusuh

bagai kelopak sayup di ujung dahan ia kerontang

lama tak tersirami rintik hujan 

tak nampak indah bukan?

tatap aku, di sini kau menemukan dirimu

harapan harapan dan semua rindu

ada di sini bersama kemarau yang segera berlalu

tubuhku adalah nafasmu, tataplah aku

agar kau abadi dalam pusara dunia yang akan menghabisimu

tatapanku adalah caraku menasehatimu

ini diriku lukisan karsa di alam surga tidurmu

kau tak perlu mengharap surga menemuimu

agar semua luka sembuh dengan sorot mata kita

mari sini kita merebah, bersama derai tanya 

hilir mudik pergi dan berlalu

tataplah aku agar senja tak lekas berlalu

kau tak perlu takut lukisan semesta pergi

itu ada padaku

mari sini, tatap aku bersama malam dan rembulan yang pelan pelan berlalu