Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis, Penyunting.

Novel terbaru: Kita, Kata, dan Cinta (Diva Press, 2019). Lakuna (Diva Press, 2021). Twitter/IG: @1bichara.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pilgub DKI Jakarta, PKB Lirik Raffi Ahmad dan Agnes Monica

13 Februari 2021   10:10 Diperbarui: 13 Februari 2021   10:32 680 54 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pilgub DKI Jakarta, PKB Lirik Raffi Ahmad dan Agnes Monica
Kolase Raffi Ahmad dan Agnes Monica (Dokpri)

Pagi sedang hangat-hangatnya. Cahaya matahari merambat di jendela. Lalu, mata saya tertuju pada satu berita. PKB sedang mencari calon potensial untuk memenangi Pilgub DKI Jakarta. Dua nama dari luar partai sudah dikantongi, yakni Raffi Ahmad dan Agnes Monica.

Mendadak hati saya berdendang. Iramanya entah kenapa mengarahkan saya pada rancak tempo lagu Agnes Mo, Takada Logika

Politik ini, kadang-kadang takada logika. Ambisi sebuah partai politik, yang tak ingin kalah sigap, jabatan itu hanya untuk sesaat.

Tidak salah, PKB tidak salah. Mencari figur, siapa pun itu, adalah hak mutlak partai. Mau melirik si R atau si A, itu hak prerogatif partai. Pihak luar tidak boleh mencampuri urusan dapur PKB. Kalaupun mau menggerundel atau mengkritik, ya, silakan saja.

Tidak salah, Raffi Ahmad dan Agnes Monica tidak salah. Mereka tidak menyodor-nyodorkan diri, tidak. Mereka tidak menawar-nawarkan nama agar disorong dalam Pilgub DKI Jakarta, tidak. Mereka tidak juga meminta-minta agar diusung sebagai calon. Tidak!

Sepintas kita bisa menduga-duga kenapa PKB melirik Raffi dan Agnes. Popularitas. Apa lagi kalau bukan ketenaran dan kemasyhuran dua pesohor papan atas itu? Raffi punya basis pengagum yang tidak sedikit, sementara Agnes punya suporter garis keras yang amat fanatik.

Ternyata tidak begitu. Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim, membeberkan kepada pewarta, cnnindonesia.com, alasan mengapa PKB serius melirik dua artis muda potensial tersebut.

Mari kita tilik!

Dua artis tersebut memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, khususnya di Jakarta. Luqman dan PKB tentu sudah punya hasil analisis sampai berani mengeluarkan pernyataan sedemikian. Ada banyak contoh artis yang berhasil lolos menjadi pemimpin daerah.

Pengalaman mengusung paslon Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada pilkada serentak bisa jadi alasan kuat bagi PKB. Namun, tampaknya PKB luput mengingat kekalahan paslon usungan mereka, Kaderismanto-Iyeth Bustami, pada pemilihan di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Itu baru tahap pertarungan. Akan semakin rumit jikalau kita mau sedikit menilik kiprah artis yang berhasil menduduki jabatan publik. Rata-rata hanya diberi porsi selaku wakil. Rano Karno dapat pengecualian. Aktor kawakan itu pernah menjadi cagub pada Pilgub Banten, tetapi kalah suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN