Berkat Postingan di Kompasiana Banyak Calon Korban Penipuan yang Selamat (Membantu Nasabah Menyelesaikan Masalahnya 25)

21 Mei 2013 12:16:37 Diperbarui: 18 September 2015 15:09:22 Dibaca : 7348 Komentar : 5 Nilai : 0 Durasi Baca :

Semenjak artikel saya yang berjudul Jangan Bayar Kartu Kredit Jika Tidak Mampu(?) saya posting di Kompasiana, yang untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di link ini: http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/12/04/jangan-bayar-kartu-kredit-jika-tidak-mampu-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-21-513398.html dan juga http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/10/28/pengacara-janjikan-hapus-tagihan-kartu-kredit-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-15-407656.html hampir tiap hari saya mendapat semacam bentuk appresiasi atas isi postingan tersebut, terutama dari calon korban yang merasa terselamatkan setelah membaca postingan saya tersebut yang dikirim via email, BBM maupun Whatsapp.

 

Email-email dan transkrip BBM maupun Whatsapp tersebut sudah saya file dalam folder tersendiri supaya mudah untuk mencari filenya apabila diperlukan.

 

 

 

Berikut ini saya poting salah satu contohnya. Saya kutip dari transkrip komunikasi kami via BBM pada hari Jumat, 17 Mei 2013 sebagaimana berikut ini.

 

 

HANxx: (Nama disamarkan)
Ma'af bang sy byk tanya......kmrn hampir sj sy terjebak dg Sutinxx Cs....untung sy browsing n nemu blognya abang....
(Sebelumnya sudah panjang percakapan yang terkait dengan penyelesaian Kartu Kredit bermasalah)

 

Pulo Siregar:
Hahahhahh .. Sutinxx cs pasti gigit jari. Mereka kehilangan objekan setidaknya 15 jt an. Tapi yg perlu saya tanyakan. Apakah sudah dikasih ke mereka alamat rumah, no tep/hp sama data2 kartu kredit/kta nya?


HANxx:

 

belum bang......sy kan dpt sms dr Sutinxx Cs...sy coba telp tanya2 dulu.....sambil sy browsing2.....nemu artikel abang.......dr situ sy langsung putus kontak dg mrk.........gila telpon terus bang mrk....sy blum kasih data Apapun ke mrk bang......karena mrk telpon melulu sy bilg aj sy sudah dibantu sm pak Pulo Siregar.....gratis!!! So mrk ga telpon lagi......hehee......

Pulo Siregar:
Wah ... Ampuh dong nama saya ...
Maka itu mb. Untung aja ga dikasih. Kalau ga, bisa2 tim mereka nanti yg neror. Ngaku2 dari bank. Mereka bisa begitu krn mereka sudah punya data kita. Dan setelah pake jasa dan membayar sesuai tarif mereka itu, teror memang akan berhenti. Nasabah pikir seolah dari banknya sudah berhenti neror. Padahal itu bisa saja dari tim mereka. Baru pada suatu saat setelah dari bank datang nasabah sadar telah kena tipu. Jadi sekali lagi selamat. Lolos dari cengkraman oknum2 yg patut diduga sebagai tukang tipu.


HANxx:

 

Pdhl wkt itu sy juga ragu mau hub abang.......yaa scr sy cuma rakyat biasa yg buta hukum......

 

 

 

***

 

 

 

Sementara itu, yang sudah terlanjur jadi korban baru menemukan postingan saya banyak juga. Salah satunya adalah yang berikut ini:

 

(Nama disamarkan. Percakapan melalui email yang dilanjutkan dengan Whatsapp pada hari Minggu, 19 Mei 2013)

                                                              

 

Dear pak Pulo,

 

To the point aja ya pak.

 

Pada bulan Nopember 2012 saya menggunakan jasa pengacara utk menyelesaikan hutang saya di 2 CC dan 3 KTA. Saya sudah membayar biaya pengacara BKS Law Firm/LBH Ningxxx sebesar 15% dari total tagihan baik CC maupun KTA saya karena terpengaruh iklan (seperti Sutixxx), dan dijanjikan CC/KTA akan diputihkan (dianggap Lunas). Jadi saya disuruh utk tidak bayar tagihan lagi.

 

Setelah saya membaca artikel bapak, saya merasa ditipu oleh pengacara tsb. Buktinya saya masih ditagih bahkan debt coll nya datang ke rumah sehingga keluarga saya tertekan lahir batin.

 

Mohon pencerahannya pak, apa yg harus saya lakukan? saya merasa sudah jatuh tertimpa tangga dan membayar tagihan lagi walaupun tdk semua karena ngga ada dana.

 

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

 

 

Regards,

 

Toha S.

 

 

 

NB: saya tinggal di xxxx dan pengacara tsb kantor pusatnya di jak sel.

***

 

Terima kasih Kompasiana.

 

Berkat Kompasiana banyak sudah calon korban yang terselamatkan.
Sebenarnya masih banyak yang ingin diselamatkan.
Yaitu mereka-mereka yang belum membaca postingan yang  linknya
disebutkan di atas tadi. Sementara itu iklan-iklan mereka untuk
menjaring calon korban, mudah ditemukan  dimana-mana.

 

Kasihan mereka. Sudah jatuh tertimpa tangga juga,  seperti yang
disebutkan Toha S di atas.

 


 ***
Di bawah ini (di space komentar) ada saya posting beberapa contoh
kasus. Kalau ingin melihat contoh yang lebih banyak lagi bisa
dilihat di blog saya http://korbanpenyediajasamediasi.blogspot.com
***

Untuk konsultasi gratis silakan menghubungi:

SMS/Whatsapp : 082114610299

PIN : 746CB58B

Pulo Siregar

/pulosiregar

TERVERIFIKASI

Penggiat Advokasi Nasabah melalui wadah Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN). Pernah bekerja di Bank selama kurang lebih 15 tahun. Berencana menulis buku yang berkaitan dengan Risiko produk-produk Perbankan. Yang telah terbit sudah 3 buku, yakni: Risiko Kartu Kredit, Risiko Kartu ATM. dan satu lagi buku BEBASKAN UTANGMU 27 Studi Kasus Menyelesaikan Utang Secara legal. (Telah beredar di Toko2 Buku Gramedia seluruh Indonesia)
Bagi yang ingin Konsultasi langsung bisa menghubungi:
Via SMS/Whatsapp: 081219699520 Via BBM PIN : 545A7E88
Via email: lembagabantuanmediasi@gmail.com Website: http://www.bichecking.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana