Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Novel | Jejak Sang Penari [9]

11 Agustus 2017   06:16 Diperbarui: 22 Agustus 2017   18:12 1316
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
imgrum.org/user/christianwalpole

"Pi, apakah Bapa Made sudah mengatakan pada Papi, bahwa aku kehilangan jejak Ibu?" suaraku tiba-tiba berubah sedih. 

Papi terdiam. 

"Sepertinya kedatanganku ke Bali ini sia-sia, ya, Pi. Ibu raib entah ke mana."

Papi masih terdiam.

"Oh, aku harus menukar pakaianku!" aku mengalihkan pembicaraan. Udara siang cukup gerah. Aku butuh celana yang agak gombrong.

Aku menemukan celanaku di antara tumpukan baju yang kujejalkan di dalam kopor. Ketika menarik celana itu, sesuatu terjatuh. Menggelinding tepat di depan kaki Papi.

"Apa ini, Jansen?" Papi meraih benda berbentuk melingkar itu.

"Itu cincin pemberian temanku tadi, Pi. Pedagang asongan yang meringkuk di dekat semak," aku menjelaskan. Papi mengamati benda kecil itu dengan seksama.

Tiba-tiba air muka Papi berubah.

"Ada apa, Pi?"

"Jansen, cincin ini---bagaimana bisa kau mendapatkannya?" suara Papi bergetar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun