Mohon tunggu...
Fauzia Noorchaliza Fadly Tantu
Fauzia Noorchaliza Fadly Tantu Mohon Tunggu... Insinyur - Sedang bertumbuh

Berjejak, tak berjasad

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rahim Ibu

6 Mei 2022   08:52 Diperbarui: 6 Mei 2022   08:53 70 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: Mommies Daily

Dari rahim ibu, aku merangkak keluar.
Menelusuri tepi parit-parit kecil, menjaga keseimbangan agar tidak jatuh tercebur
Sebelum nanti menyeberangi sungai-sungai panjang dan luas yang mengalir ikhlas menuju lautan
dan kemudian aku berkendara dengan kapal-kapal besar yang kubuat sendiri

Keluar dari rahim ibu, aku yang ringkih berteriak kencang,
dilingkup takut namun ditenangkan dalam peluk.
Ibu lalu menuntun aku melewati gulita malam sebelum nanti harus berjalan sendirian.
Kaki bertelanjang, mengikuti pola gerak yang ibu tunjukkan

Keluar dari rahim ibu, aku harus melawan dingin
membuat gigi-gigi bergemerutuk, dan lisan ingin sekali mengutuk dan menyeru keluh
Namun kutahan-tahan agar serapah  yang kusembur tidak membuat suasana semakin mendingin
Oleh ibu, aku dibekali cara memohon doa dan pertolongan
Sesakit apa pun dingin menusuk hingga tulang, hanya kalimat-kalimat baik yang boleh keluar dari bibirku

Jauh dari rahim ibu,
aku memang banyak dihadapi oleh rasa takut
langkah jadi ragu-ragu, hari esok selalu terasa abu-abu
namun, rahim ibu tak lagi cukup untukku
sehingga aku harus membangun sebuah ruang nyaman yang cukup untuk aku dan ibu

Bogor, di perjalanan pulang sepanjang jalanan Dramaga yang padat, di sebuah angkutan kota warna biru
20 Maret 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan