Mohon tunggu...
Yuva Lianda
Yuva Lianda Mohon Tunggu...

| MAHASISWA | STATISTIK | FOTOGRAFI | MUSIK |\r\n| about.me/yuvalianda | @yuva_lianda | http://www.facebook.com/yuva.lianda

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mari Belajar Memotret Model

12 Desember 2012   09:53 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:47 1624 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mari Belajar Memotret Model
1355305250147224686

Tentu sudah menjadi tren dan kehausan bagi seorang fotografer untuk mencoba memotret objek hidup. Apalagi objek tersebut adalah manusia. Banyak hal menarik yang akan kita temui dalam fotografi genre ini. Misalnya saja, kita akan belajar bagaimana mengatur model sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan komposisi yang menarik. Atau pun belajar menghadapi kondisi pemotretan yang kompleks dengan segala atribut dan perlengkapannya.

Dalam memotret model, ada dua kondisi pencahayaan yang akan kita hadapi. Pertama, indoor modeling. Pemotretan ini biasa dilakukan di dalam ruangan tertutup, baik  kondisi cahaya yang bisa dikuasai ataupun tidak dikuasai. Kedua, outdoor modeling. Dalam hal ini jelas kita benar-benar tidak bisa menguasai kondisi cahaya. Karena tentu kita tidak akan tahu secara pasti apa yang akan terjadi di lokasi nanti. Bisa saja cuacranya sangat cerah dan bagus, atau mungkin mendung bahkan hujan. Dalam tulisan ini, akan saya batasi pembahasan pada outdoor modeling karena saya sangat kurang pengalaman memotret model indoor.

Sebelum memotret, tentu ada hal-hal yang harus kita persiapkan sebelum pemotretan. Diantaranya :

1.Persiapkan Gear sebaik mungkin

Pastikan baterai dalam keadaan penuh dan cukup untuk memotret, periksa memory apakah mencukupi, siapkan lensa, filter, tripod dan berbagai tetek bengek lainnya yang dirasa butuh saat pemotretan. Ini merupakan hal dasar yang harus menjadi perhatian penuh sebelum eksekusi. Gak pengen kan ketika lagi asik jepret tiba-tiba ada tulisan “card full” atau kamera mati karena baterai habis.

2.Tentukan konsep modeling

Seperti halnya hidup, memotret pun harus ada tujuannya. Anda harus tau foto apa yang ingin anda hasilkan. Misalnya saja anda ingin mengahasilkan foto yang seram, ghotic bisa jadi pilihan. Atau ingin membuat foto jadul? Vintage merupakan pilihan yang tepat.

3.Jalin keakraban dengan model

Buatlah hubungan yang akrab antara model dan fotografer sebelum memotret. Faktor ini terlihat sepele tapi sangat menentukan di lapangan. Misalnya saja saat fotografer kurang puas dengan gaya model, tentu akan lebih mudah menyampaikannya jika sudah akrab terlebih dahulu. Model pun akan merasa lebih santai dalam memenuhi permintaan fotografer.

4.Bila perlu, persiapkan Make Up dan Wardrobe yang sesuai

Sebenarnya poin ini kurang begitu penting bagi seorang hobi jepret seperti saya. Namun bagi seorang yang sudah pro ataupun memang bekerja dalam dunia fotografi, ini merupakan hal yang sangat penting. Make up dan wardrobe akan menunjang kesempurnaan hasil foto.

Setelah persiapan di atas, mari kita mulai eksekusi. Di lapagan tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan

1.Waktu terbaik untuk memotret model  adalah pagi hari jam 8-10 pagi, dan jam 4-6 sore.

2.Sebelum memotret, ketahui dulu foto apa yang akan anda buat. Jika sudah menentukan tema, searching di internet foto-foto serupa dan kembangkan ide anda.

3.Gunakan settingan yang pas. Jika anda ingin membuat bokeh yang mantap, tentu harus dengan lensa bukaan lebar. Atau mungkin ingin membuat siluet, gunakanlah partial metering (untuk canon). Berkreatifitaslah sebanyak  mungkin sehingga hunting tidak sia-sia.

Contoh hasil jepretan saya :

|Dark Grunge|

13553054521788941465
13553054521788941465

|Autumn Effect|

1355305652863010023
1355305652863010023

|Retro Framed|

Sekian yang dapat saya share kali ini, semoga bermanfaat. Jika ada kekurangan atau masukan mohon komentarnya.

SALAM CEKREK

Untuk melihat tulisan lain terkait memotrer gesture, sila ke link berikut http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/12/08/weekly-photography-challenge-29-memotret-gesture-509281.html

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x