Mohon tunggu...
Yusri Nurmalasari
Yusri Nurmalasari Mohon Tunggu... Guru - Guru

Seorang Pembelajar

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Anak dengan Beragam Potensi yang Unik!

7 Desember 2022   08:05 Diperbarui: 7 Desember 2022   08:23 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Berdasarkan konsep multiple intelligences yang digagas oleh seorang ahli Pendidikan dari Harvard University bernama Howard Gardner, dalam teorinya ia menjelaskan bahwa anak memiliki 9 kecerdasan yang mana setiap kecerdasan dalam multiple intelligences tersebut memiliki indikator-indikator pencapaian tertentu. 

Bagi para pendidik dan implikasinya terhadap Pendidikan, teori ini melihat anak sebagai individu yang memiliki beragam potensi keunikan pun seorang pendidik akan melihat berbagai macam variasi pembelajaran dalam belajar.

Problematika Pendidikan saat ini, Pendidik di satuan Pendidikan mengukur keberhasilan anak hanya dilihat dari segi kemampuan kognitif, sosial dan kepatuhannya saja, diluar itu, anak yang memiliki kecerdasan kinestetik dianggapnya sebagai anak yang hiperaktif, anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal dianggapnya sebagai anak yang tidak mampu bersosialisasi. 

Bahkan beberapa pendidik sering kali mengecam anak yang hiperaktif tersebut adalah si pembuat onar, dan anak yang intrapersonal adalah mereka yang tidak berguna. Pandangan ini akan menimbulkan kerugian yang sangat besar khususnya bagi perkembangan anak. 

Sebaliknya, ketika seorang pendidik mampu melihat keberagaman potensi yang dimiliki anak, akan berpeluang untuk menciptakan beragam variasi dalam belajar yang menjadikan Pendidikan sebagai pengalaman hidup, memberikan kesan yang menyenangkan serta mampu memantik kecerdasan anak.

Ketika teori multiple intelligences ini diterapkan, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar serta mengembangkan diri sesuai dengan kecerdasan yang mereka miliki. Dengan kata lain, anak-anak yang dididik dengan konsep multiple intelligences mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan serta mengembangkan diri mereka secara optimal.

Itu berarti, ketercapaian kompetensi anak khususnya di satuan Pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa hebat suatu materi atau canggihnya suatu teknologi melainkan yang mereka butuhkan adalah ruh dari seorang pendidik yang mau mencintai peserta didiknya, yang mampu mengenali[LV1] peserta didiknya dan mau memahami kebutuhan peserta didiknya, sampai pada akhirnya proses pembelajaran yang dilakukan menjadi pengalaman hidup yang menyenangkan serta bisa mengantarkan mereka menjadi generasi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun