Mohon tunggu...
Yulianto Satmoko
Yulianto Satmoko Mohon Tunggu... Wiraswasta

Sederhana dalam berfikir

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sengat

19 September 2020   20:04 Diperbarui: 19 September 2020   20:07 80 12 1 Mohon Tunggu...

Serasa tiada ternyana,  begitu tiba-tiba serta menyakitkan rasa

Mencoba untuk mencari darimana asalnya

Sesuatu yang menyakitkan dan  bagai sembilu namun tiada nyata

Kata- kata itu bagai sengat yang menancap dan tiada hendak pergi kemana jua

Aku bersimpuh dengan tetesan peluh serta airmata dan  menahannya

Terlalu sakit dan perih serasa,   kata itu terdengarnya bagai sengat yang membuat luka

Jika mimpi esok hari hancur dan kebanggaan itu luruh bagai awan tersapu di angkasa

Jangan dengarkan,  jangan masukkan di perasaan,  namun sulit mengurainya hingga tak tersisa

Sengat itu menancap dan melukai bahkan jika keabadian di ambang mata

Buah hatiku dan kata- kata tersembur itu melukai begitu dalam bagai hunjaman  nyata

Inikah kebanggaan itu?  Kalimat panjang ingin terdengar namun hanya tetes airmata yang mengalir tiada hentinya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
19 September 2020