Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Ketika Saya Tiba-tiba Terjebak dalam Kerumunan

6 November 2022   07:32 Diperbarui: 6 November 2022   10:38 442
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sabtu pagi tepatnya seminggu yang lalu saya bersepeda motor untuk berbelanja ke pasar. Rencananya dari pasar saya, sedikit mau muter-muter untuk mencari pemandangan.

Ya, Sabtu pagi sekolah libur, jadi semua bisa dikerjakan dengan sllow.

Vario saya terus berjalan menyusuri Jalan Kawi. Di pertigaan jalan arah menuju Stadion Gajayana tak seperti biasa suasana begitu ramai, bahkan macet. Pasti ada acara di stadion, pikir saya. 

Terjebak kemacetan membuat saya bisa lebih jeli melihat orang-orang di sepanjang jalan menuju Stadion. Ternyata di tepi jalan banyak orang berjualan makanan, mainan anak termasuk ayam kecil yang diberi warna-warni, juga keong yang diletakkan dalam rumah-rumahan kecil.

Eh, kok mainan anak ya? Tidak biasanya di Gajayana ada acara seperti ini, pikir saya heran.

"Mas, wonten acara nopo nggeh?" tanya saya pada tukang parkir di tepi jalan. 

"Senam massal Bu, anak PAUD dan TK se Malang," jawab si Mas.

Wah, menarik ini. Apalagi saat itu melintas beberapa anak kecil berseragam kaos olahraga berwarna cerah dan bertopi.  Lucu sekali. Tanpa pikir panjang, sepeda saya parkir dekat pintu masuk Stadion Gajayana dan masuk bersama para penonton yang lain. 

Suasana di Gajayana sudah begitu ramai. Anak kecil, guru-guru, orang tua dan panitia memenuhi stadion. 

 Sepagi itu saya sudah tidak kebagian tempat duduk. Tak masalah. Kan cuma sebentar, pikir saya.

Sementara itu penonton dari luar terus berdatangan masuk stadion. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun